Sakit Disentri Amoeba sebelum Meninggal Dunia


korankaltim
korankaltim
2017-05-22 07:00:22
Pemusik Leo Imam Sukarno, yang dikenal dengan nama Leo Kristi, telah tiada. Leo meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Immanuel, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (21/5/2017) pukul 00.59 WIB, dalam usia 67 tahun.

Boni, kakak Leo, mengatakan bahwa sebelum berpulang Leo dirawat di rumah sakit karena menderita disentri amoeba atau radang usus yang disebabkan oleh bakteri entamoeba histolytica.

“Sakit disentri amoeba,” ucap Boni di rumah duka, di Perumahan Jatiwaringin Asri, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu.

Boni menerangkan bahwa mula-mula Leo mengeluh diare dan tekanan darahnya turun drastis. Leo lalu segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah dirawat dua hari, kondisi Leo menurun, sehingga ia dipindah ke ruang ICU.

Lanjut Boni, pihak keluarga baru tahu penyakit Leo kira-kira dua minggu lalu, ketika Leo dirawat di rumah sakit.

Rencananya, Leo akan dimakamkan di TPU Iqro, Jatimakmur, Pondok Gede, Minggu ini, setelah waktu azan salat asar.

“Karena masih nunggu anak-anaknya datang semua ke sini,” terangnya lagi.

Semasa hidupnya, Leo dikenal sebagai pemusik pengelana. Ia membentuk grup musik bernama Konser Rakyat Leo Kristi (KRLK) dengan basis penggemar yang menyebut diri LKers (Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi).

Bersama Gombloh dan Franky Sahilatua, yang juga sudah tiada, Leo pernah bergabung dalam grup musik beraliran rock progresif, Lemon Trees. Namun, Leo memilih keluar dan mengembara bersama musiknya. (kcm)

baca LAINNYA