Satpol PP Data PKL


korankaltim
korankaltim
2017-05-22 07:00:41
TANA PASER – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser, melakukan penyisiran di sepanjang Taman Kota Tepian Sungai Kandilo atau lebih dikenal dengan Siring. Dimulai, dari bawah jembatan Sungai Tuak-Tanah Grogot sampai di depan Lapangan Prajurit.

Setiap menemui Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi penyisiran, personil Satpol PP yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Paser Heriansyah Idris dengan didampingi Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Hj Endang Sri Hartati serta Kabid Penegakan Undang-undang Daerah dan Tindak Internal (PUUTI) M Natsir Nappu mengambil data dan menggali informasi kepada PKL.

“Pendataan ini, merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Bapak Bupati bersama DPRD, dan salah satu dinas yang diundang adalah Satpol PP. Jadi, Pak Bupati minta Satpol PP untuk melakukan tindakan di sejumlah tempat, guna menjaga ketertiban umum,” kata Heriansyah Idris kepada Koran Kaltim.

Untuk PKL di Siring, lanjut ia, kebanyakan adalah pendatang yang berdomisili di Paser kurang lebih 4 hingga 5 tahun.

Meskipun ber-KTP, tapi masih tercatat sebagai penduduk luar Paser. Dan mereka tidak melaporkan diri kepada Ketua RT, sehingga keberadaannya tidak terdeteksi di Kabupaten Paser.

“Karenanya, kami mengingatkan PKL agar meminta izin kepada dinas terkait untuk berjualan di Siring, sehingga tidak asal buka lapak jualan, seolah-olah daerah ini tidak ada pemerintahannya. Ini yang kami sesalkan,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya akan melaporkan data-data dari hasil pendataan PKL di Siring kepada pimpinan. Guna melaksanakan tindaklanjut hasilnya.

“Data-data inilah yang kami laporkan kalau diminta pimpinan, untuk tindaklanjutnya apakah dilegalkan atau tidak, kami siap melaksanakannya,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa kehadiran PKL di Siring Sungai Kandilo membuat suasana Taman Kota lebih ramai. Secara rata-rata, mereka juga berusaha untuk menghidupi keluarganya, sehingga memang cukup penting bagi kelangsungan perekonomian keluarga.

“Namun, apabila aktivitas mereka dilegalkan, kami harapkan untuk mematuhi peraturan nantinya. Misalnya, hanya boleh berjualan dari pukul 15.00-24.00 Wita, setelah itu, Siring harus bersih dari PKL,” paparnya.

Untuk diketahui, ada sebanyak 78 PKL yang berjualan tanpa izin di Siring Sungai Kandilo, baik yang berjualan makanan, minuman maupun berjualan makanan sekaligus minuman.

Omzet yang dihasilkan dalam sehari pun cukup lumayan. Contohnya pedagang pentol, yang dapat meraup kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu setiap harinya. (sur)

baca LAINNYA