Siaga Kebakaran di Bulan Ramadan


korankaltim
korankaltim
2017-05-22 07:00:06
Jaang Ingatkan Warga Ekstra Waspada



SAMARINDA- Walikota Samarinda Syaharie Jaang langsung memimpin apel siaga Pemadam Kebakaran dalam rangka persiapan bulan Ramadhan yang hampir tiap tahun kasusnya cukup tinggi.

“Seperti kita ketahui, Ramadhan intensitas memasak di dapur meningkat. Terlebih lagi dimulai pertengahan bulan yang membuat kue kue lebaran. Baik untuk sendiri maupun dijual. Pesan saya, kita harus lebih waspada dan berdoa semoga Ramadhan tahun ini, petugas pemadam kebakaran bisa santai alias tidak perlu kerja memadamkan api,” ucap Jaang dalam Apel Siaga Menyambut Ramadhan di lapangan Karang Asam, Jumat (19/5) sore.

Oleh karena itu Jaang mengajak seluruh warga melakukan gerakan perang terhadap kebakaran dan penting untuk mengedepankan tindakan preventif daripada responsif kebakaran.

“Biasanya kalau pemadaman listrik PLN, yang perlu kita waspadai dengan penerangan alternatif seperti lilin. Lilinnya jangan ditaruh diatas piring plastik, atau ada juga lilinnya diatas TV. Obat nyamuk maupun lilinnya juga dijauhkan dari kasur. Hal hal kecil yang diremehkan inilah jadi pemicu kebakaran,” terang Jaang.

Jaang mengapresiasi para petugas dan sukarelawan pemadam kebakaran yang terus rela mempertaruhkan dirinya dalam memadamkan api. Walau tidak jarang mereka mendapat sambutan tidak bersahabat dari warga.

“Baru saja tiba di lokasi kebakaran, ada saja warga yang panik menyumpahi pemadam. Belum lagi selangnya sampai dipotong, pernah diancam ancam sajam,” imbuh Jaang

Jaang juga berpesan dalam memadamkan kebakaran tetap sesuai dengan SOP. Supaya tidak memilih milih mana yang harus dipadamkan, misalnya rumah orang kaya, jangan membedakan suku, agama maupun golongan. “Selama ini petugas maupun relawan pemadam telah menunjukkan dedikasi luar biasa, menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 juga semboyan Bhineka Tunggal Ika. Ini menjadi contoh dan perekat kita di tengah kemajuan zaman dan teknologi,” tandasnya.

Ia mengemukakan pula banyak berita bohong atau hoax dalam informasi kebakaran. “Saya aja pernah sampai ke lokasi, ternyata tidak ada kebakaran. Saya imbau jangan menyampaikan berita bohong kebakaran maupun bencana. Karena kalau mobil pemadam itu jalan, tentunya sudah siap siap aja ketegangan petugas, mulai dari mengendarai mobilnya untuk menuju lokasi hingga proses pemadaman dengan prinsip pantang pulang sebelum padam,” imbuh Jaang.

Dalam kesempatan itu, Jaang juga menyerahkan hadiah lomba drill pemadam kebakaran kepada mereka yang juara setelah berlomba sejak pagi hari.(ms/*)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 3.744 kali
img
korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 1.108 kali
img