TPP Belum Cair, Guru PNS Demo Kantor Gubernur


korankaltim
korankaltim
2017-05-23 15:10:59
Lima Bulan Gaji Guru se-Kaltim Belum Dibayarkan



SAMARINDA - Seratusan orang guru PNS SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Kaltim, Senin (22/5) siang menggelar unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Gubernur Kaltim. Tujuannya menagih janji Pemprov Kaltim soal pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).

Sebelumnya, Pemprov dan Disdik Kaltim menjanjikan pencairan semua elemen Bosda, gaji guru honor, maupun pembayaran TPP PNS pada tangal 19 Mei lalu. Tapi faktanya, sudah tiga hari berlalu guru PNS mengaku belum juga menerima dana yang menjadi hak guru itu.

Aksi sempat memanas. Terjadi aksi saling dorong, antara para guru dan Satpol PP, yang melarang para guru menerobos masuk ke halaman Kantor Gubernur Kaltim.

“Sampai sekarang kami belum terima, padahal sudah sejak beralihnya pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke Pemprov Kaltim, TPP untuk guru PNS sejumlah Rp1,6 juta sudah tak dibayarkan, berarti total sudah 5 bulan,” ujar Gunawan, Ketua Forum Guru ASN se-Kaltim saat ditemui di Pemprov Kaltim, Senin (22/5) kemarin.

Gunawan menyebut, mestinya Pemprov atau Disdik Kaltim berkomuikasi aktif dengan para guru jika memang terjadi keterlambatan pencairan. Alih-alih mendapatkan informasi menyejukkan, justru berhembus kabar jika mereka yang telah mendapatkan TPP dari APBN tak bakal diberi lagi dari Pemprov.

Hal senada diungkap Rinto, orator aksi, guru SMK 2 Penajam Paser Utara (PPU). Ia menilai, Pemprov Kaltim terlalu gegabah dan ingkar terhadap pernyataan yang dibuatnya resmi. Melalui aksi tersebut para guru meminta segera ada kejelasan perihal pencairan dana guru.

“Jika dalam 1x24 jam tuntutan mereka tak dipenuhi, mereka akan menduduki Kantor Gubernur dengan menginap di halaman,” kata Rinto.

Dalam aksinya, para guru bukan tanpa rintangan. Ia membeber, ada beberapa guru yang dintimidasi oleh oknum kepala sekolah. “Bentuk intimidasinya, guru yang mengikuti aksi ini akan segera dimutasi. Padahal kami hanya memperjuangkan hak kami. Ini cara-cara orde baru, kami ini kan guru, masa diperlakukan seperti ini,” paparnya.

Menjawab hal tersebut, Kepala Disdik Kaltim, Dayang Budiati menyebut pencairan untuk TPP Guru PNS se-Kaltim sudah dilakukan Disdik sejak dua hari lalu, 18 dan 19 Mei 2017. Namun, karena masuk dalam proses bank, pencairan pun tertunda hingga belum dicairkan, Senin (22/5).

“Sebetulnya yang mereka tuntut itu sudah direalisasikan pada 18 dan 19 Mei. Surat Perintah Pembayarannya sudah masuk di bank, tinggal bank yang transfer ke rekening masing-masing. Karena itu ribuan, jadi mungkin antre. Bagi yang belum, tolong dicek ke rekening masing-masing, karena ada laporan rekening guru itu ada juga yang salah, atau mati,” katanya kepada media.

Dayang mengatakan, selain TPP, Bosda Provinsi, dan gaji guru honorer juga telah dicairkan, dengan total dana mencapai Rp60 miliar lebih. “Itu sudah semua,” paparnya, sambil menunjukkan bukti SPPD kepada media, dan para pendemo.

Intinya Dayang menyatakan bahwa proses pencairan sudah dilakukan sesuai dengan kesepakatan, namun ada keterlambatan karena faktor teknis, pentransferan di rekening masing-masing guru. (rs)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 tahun yang lalu | dibaca 627 kali
img