Home >> Olahraga Daerah >> Darmin Balfas Singgung Ade Sukma

Darmin Balfas Singgung Ade Sukma

Kandidat Ketua KONI Samarinda Bukan Pejabat Publik

SAMARINDA – Keinginan Ade Sukma Yudhy mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Samarinda bakal mendapat sedikit halangan. Berstatus sebagai seorang pejabat publik bakal menjadi batu sandungannya dalam perebutan kursi KONI Samarinda1. Agar tetap memuluskan langkahnya dalam pencalonan, Ade Sukma harus rela menanggalkannya. Ade Sukma saat ini menjabat sebagai Badan Pengawas PDAM Kota Samarinda.
Mantan Sekretaris KONI Samarinda, Darmin Balfas membeberkannya kepada media ini. menurut dia menjadi ketua di induk olahraga di Kota Tepian bukan tanda dasar dan aturan. Menurutnya, menjadi Ketua KONI intinya tidak berstatus PNS serta tidak sedang menduduki sebagai pejabat publik.
“Siapa pejabat publik ini tidak perlu saya jelaskan, pasti sudah paham, di sini saya hanya ingin menggaris bawahi apabila ingin menjadi Ketua KONI harus siap segalanya dengan konsekuensi yang ada, seperti yang sudah saya sampaikan tadi, apakah beliau itu siap melepaskan jabatannya bila sebagai PNS maupun pejabat publik dan itu harus mundur sebelum pemilihan, karena ini sudah menjadi resikonya,” kata Darmin Balfas.
Lebih lanjut dikatakannya, tetapi kalau saat ini pak Ade Sukma sudah mendeklarasikan diri ingin maju tak ada yang bisa menghalangi. Jika demikian, Darmin Balfas mengaku juga siap bersaing pada bursa pencalonan ketua.
Darmin sadar benar konsekuensi perebutan kursi panas di kantor JL Dahlia Samarinda itu. Campur tangan penguasa daerah bisa sangat menentukan. Oleh karenanya dia berharap Walikota, Syaharie Jaang tidak berpihak dengan salah satu calon.
“Ya, saya dengan Bismillah juga mengatakan siap untuk mencalonkan diri, tetapi dengan syarat tidak ada keberpihakan dari walikota kepada salah satu calon, saya akan bersaingan secara sehat,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (1/12) kemarin.
Darmin Balfas tercatat, sejak awal dirinya mendampingi Aidil Fitri sebagai Ketua KONI Samarinda. Dia mengaku tidak pernah berfikir ingin menggantikannya menjadi Ketua KONI. Diakuinya ada penyebaran informasi salah yang membuat Aidil Fitri kala itu berang. Kabar bahwa dirinya yang akan menggantikannya menjadi Ketua KONI tersebar luas hingga diketahui hampir seluruh staf KONI Samarinda, termasuk Ade Sukma.
“Saya tidak pernah berfikir menjadi Ketua KONI apalagi ingin menggantikan pak Aidil Fitri. Tetapi, dengan kondisi saat ini dan kemudian nanti teman-teman cabor mendukung saya untuk maju artinya mereka mempercayakannya sama saya dan itu menjadi tanggung jawab saya,” papar Darmin.
Seperti diketahui, Ade Sukma Yudhy adalah salah satu BAdan Pengawas PDAM di Samarinda. Sesuai aturan, dirinya harus meletakkan seluruh jabatan kedinasannya jika ingin tetap berambisi menjadi Ketua KONI Samarinda. Menurut Darmin, Badan Pengawas PDAM merupakan pejabat publik yang termaksud dalam dasar dan syarat untuk duduk di kursi ketua.
“Karena, saat ini dia sudah mendeklarasikan diri maju mencalonkan diri seharusnya sudah tidak boleh lagi terlibat dalam pembahasan persiapan musyawarah olahraga KONI Kota Samarinda. Juga saat sudah mulai mendeklarasikan diri maju harus mundur dari seluruh kegiatan KONI Samarinda dan saya yakin pak Ade sangat tahu aturan ini,” pungkasnya.
Darmin mengaku sudah memantapkan langkah menuju bursa perebutan kursi yang ditinggalkan Aidil Fitri. Dia mengkalim saat ini sedikitnya sudah mengantongi dukungan dan 19 cabang olahraga sebagai pemilik suara dalam Musorkot KONI Samarinda.
Soal pelaksanaan Mosurkot sejauh ini masih belum diputuskan. Tapi ancang-ancangnya, pemilihan ketua baru akan digelar antara Desember 2016 atau Januari 2017. (rgn)