Share?

Industri Keuangan Kaltimtara Kembali Menggeliat


korankaltim
korankaltim
    2018-02-12 06:42:40.000000
img

KIAN MEMBAIK: Di tengah persaingan bisnis perbankan yang cukup ketat, ternyata mendorong industri perbankan untuk terus meningkatkan kinerja usahanya. Terbukti kini industri keuangan Kaltim semakin membaik. (Foto: ist)

SAMARINDA – Industri keuangan di Kaltim maupun Kaltara kembali menggeliat. Hal ini terbutki dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi, di Kaltim meningkat hingga 3,13 persen sedangkan Kaltara juga meningkat hinga 3,75 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto.

“Dari hasil evaluasi kami, memang industri keuangan kembali menggeliat. Terbutki di dua provinsi yang menjadi pengawasan di bawah kami mengalami kenaikan dalam pertumbuhan ekonominya,” kata Dwi (sapaan).

Selebihnya ia menyatakan salah satu sektor jasa keuangan di Kaltim dan Kaltara (Kaltimtara) yang meningkat diantaranya Aset Bank Umum Konvensional meningkat hingga 4,24 persen.

Lalu dari jenis penyaluran Kredit Bank Umum Konvensional juga meningkat sebesar 3,86 persen.

“Dan yang terakhir dari Simpanan Dana Pihak Ketiga meningkat hingga 4,86 persen,”sebutnya.

Selain dari sektor jasa keuangan lanjutnya, sektor permodalan nasional juga meningkat sejalan dengan pertumbuhan investor.

“Sedikitnya tercatat saham per Desember ada kenaikan hingga 2,02 persen. Yang paling banyak investor masuk dari Kota Samarinda dan Balikpapan,” jelasnya.

Dwi menyebut total investor yang telah menanam saham di Kaltim 8553. Namun sektor permodalan di Kaltara justru mengalami penuruan.

“Turun sebesar 29,65 dengan total 456 investor saja,” urainya.

Sedangkan dari sektor Non Keuangan Non Bank Regional di Kaltimtara juga turut memperlihatkan kenaikan.

“Untuk total piutang pembiayaan perusahaan di Kaltim bertumbuh hingga 4,97 persen sedangkan di Kaltara juga tumbuh hingga 17, 36 persen. Sedangkan perusahaan penjaminnya yaitu PT Jamkrida yang berpusat di Kaltim juga menunjukkan pertumbuhan dari sektor aset hingga 3,12,” sebut.

“Yang menurun berasal dari aset PT Perusahaan Venturan hingga 6,94 dengan laba komprehensif sebesar 29,58 persen,” demikian Dwi. (ms)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat