Share?

Besok Mulai Puasa


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2018-05-16 07:03:33.000000
img

PANTAU HILAL: Proses pemantauan hilal di Hotel Selyca Mulia, Selasa (15/5) petang kemarin. (rusdi / korankaltim )

JAKARTA - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5). Awal puasa tahun ini ditetapkan besok karena tadi malam hilal atau bulan baru penanda pergantian bulan belum tampak.

Penetapan awal Ramadan ini dilakukan melalui sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama pada Selasa (15/5) malam, di Jakarta.

“Maka 1 Ramadan 1439 hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membacakan hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5) malam.

Dengan ditetapkan awal Ramadan besok, maka awal puasa tahun ini akan jatuh bersamaan dengan ormas Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei.

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab atau perhitungan. Sementara pemerintah, selain metode hisab, juga memberlakukan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal langsung.

Sidang isbat yang hasilnya diumumkan Menteri Agama pada malam ini diikuti perwakilan organisasi masyarakat Islam dan kedutaan besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar astronomi dari ormas-ormas Islam, serta pejabat eselon I dan II Kemenag dan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag.

Penetapan 1 Ramadan ini berdasarkan pemantauan hilal di titik pemantauan di 95 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Samarinda. 

Di Ibukota Kaltim itu, pemantauan hilal dipusatkan di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Jl Bhayangkara, Selasa (15/5) petang. 

Selain  Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim, pemantauan juga diikuti Kemenag Samarinda bekerjasama dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda.

Kepala BMKG Samarinda Sutrisno menjelaskan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan dari lantai 10 Hotel Selyca Mulia pada Selasa (15/5) pukul 17.20 Wita, menggunanakan Teropong Theodolite, hilal belum terlihat.

“Hari ini 15 Mei,  kami  mengadakan rukyatul hilal, hisab yang kami lakukan di Samarinda, tinggi hilal setelah matahari terbenam, tinggi hilal minus 1 derajat, 6 menit 55 detik. Posisi hilal 5 derajat di sebelah selatan matahari,” ujarnya. 

“Tapi besok (hari ini, Red) itu, ada objek yang letaknya dekat dengan hilal, yakni bintang Aldebaran, bisa jadi observer atau pengamat salah melihat, karena posisi bintang tersebut kurang dari 5 derajat dari posisi hilal,” tukasnya. (cnn/rs)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat