Share?

Pasien Difteri Terus Bertambah


korankaltim
korankaltim
    2018-02-01 07:39:06.000000
img

dr toetoek

BONTANG – Belum sepekan, pasien yang dicurigai difteri terus bertambah. Jumat (26/1) lalu, RSUD Taman Husada Bontang kembali merawat 2 orang pasien suspek difteri dan satu dipulangkan. Lalu Rabu (31/1) kemarin, jumlah pasien yang diisolasi sudah bertambah menjadi 5 orang.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan, Toetoek mengatakan, sudah terdapat 5 pasien yang dicurigai difteri. Saat ini, mereka dirawat di ruang isolasi Seruni RSUD Taman Husada Bontang. “Meskipun ruang Seruni terdapat 18 bed (ranjang, Red), 3 ruangan sudah bisa men-cover 5 pasien, mudah-mudahan tidak ada tambahan pasien lagi,” jelas Toetoek, Rabu (31/1) kemarin.

Dilanjutkannya, setiap kamar isolasi tersedia 2 bed. Sehingga pasien dengan diagnosis yang sama akan dirawat satu ruangan. Sedangkan pasien yang dinyatakan belum positif maka akan dilakukan perawatan pre isolasi. Karena pihak rumah sakit akan mengirim foto tenggorokan pasien ke Satgas Difteri di Jakarta, dari hasil foto itu baru pasien dirawat di ruang isolasi.

“Makanya ada 1 pasien yang sudah kami pulangkan karena memang negatif hasil pemeriksaannya,” ungkapnya.

Untuk 5 pasien yang ada, terdapat satu pasien dewasa, sisanya pasien anak-anak. Selama 12 hari kelima pasien akan diisolasi dan tidak boleh dijenguk oleh siapapun. Untuk mencegah penyebaran penyakit difteri, seluruh pihak rumah sakit di Bontang sudah menggelar rapat yang dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

“Hasil rapat menyatakan bahwa semua rumah sakit di Bontang harus ikut bertanggung jawab terhadap wabah difteri dengan menyediakan ruangan isolasi,” jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, semua rumah sakit swasta pun diminta gotong royong membantu penanganan wabah difteri ini, seperti RS Pupuk kaltim, PT Badak NGl dan Yabis juga Amalia.

Terkait vaksin, Toetoek menyatakan adanya wabah difteri ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dan KB Bontang akan melaksanakan ori selektif dengan ketentuan pemberian radius yang akan divaksin. “Rencananya 5 Februari, tapi itu ranahnya Diskes dan KB,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang sendiri belum mendapatkan vaksin difteri. Toetoek menyatakan pihaknya sudah meminta penyediaan 1.200 vial vaksin minggu lalu. Namun ternyata infonya vaksin difteri hanya tersedia 150 vial. “Itu pun belum sampai di Bontang. dan jika hanya 150 vial vaksin yang nanti datang, untuk kebutuhan intern  atau anggota di RSUD pun sepertinya tidak cukup,” jelasnya.

Toetoek mengatakan, justru tenaga medis harus divaksin karena terpapar langsung atau kontak langsung dengan pasien, seperti yang jaga di IGD dan ruang isolasi.

Pada kesempatan itu, Toetoek mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dengan adanya penyakit difteri ini. Walaupun belum divaksin, asal warga terus lakukan upaya PHBS (Pola hidup bersih sehat), selalu mencuci tangan pakai sabun, tidak berdekatan dengan penderita, tidak berpergian ke tempat yang sudah ditetapkan KLB, dan melakukan imunisasi lengkap saat bayi-balita. “Yang utama adalah makan makanan bergizi sehingga tubuh tetap sehat dan kuat dan istirahat cukup,” pungkas Toetoek.(cil)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat