Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Karyawan TP Diminta Bersabar
MARLI
MARLI

Karyawan TP Diminta Bersabar

Kucuran Modal Sesuai Kebutuhan Bisnis Pelabuhan Samboja

TENGGARONG – Sekkab Kutai Kartanegara Marli mengimbau karyawan Perusda Tunggang Parangan bersabar. Saat ini, pemkab masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Wilayah (Itwil), terkait layak atau tidaknya perusahaan pelat merah itu mendapat-kan kucuran dana.
“Saya berharap karya-wan bisa bersabar, mudah-mudahan ada solusi dalam waktu dekat ini. Pem-kab pasti memikirkan persoalan yang melilit Perusda TP,” kata Marli usai rapat membahas persoalan Perusda TP, Rabu (30/11).
Menurut Marli, karyawan sebaiknya menanyakan perkembangan pembayaran gaji kepada manajemen Perusda TP.
Marli menjelaskan, kajian akademis UGM Jogjakarta memang mereko-mendasikan agar Perusda TP men-dapat kucuran Rp6,6 miliar. Namun, mengingat kajian kelayakan bisnis Pelabuhan Samboja yang akan dikelola Perusda TP belum rampung, angka penyertaan modal bisa saja berubah. Kajian kelayakan pengelolaan bisnis Samboja baru akan diketahui pada 18 Desember nanti.
“Dari hasil itu nantinya dapat diketahui penyertaan modal yang layak diberikan ke Perusda TP. Nanti gaji karyawan bisa dibayarkan ketika pengelolaan Pelabuhan Samboja sudah mendapatkan untung,” ujar Marli.
Marli mengingatkan, sumber pendapatan perusda tidak selamanya bergantung dari bantuan Pemkab Kukar selaku pemilik modal.
“Penyertaan modal menggunakan uang rakyat, harus di-pertanggung-jawabkan, tidak sem-barangan lagi bisa mencairkan APBD, ada berbagai aturan-aturan yang jalankan. Kita tidak mau pemberian bantuan ke perusda akan menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Yakinlah Pem-kab tidak akan membiarkan persoalan ini, kita berkeinginan menyelamatkan dan menyehatkan perusda,” ucap Marli.
Sementara itu, Direktur Utama Perusda TP, Adenani mengaku prihatin karena proses pencairan modal berlarut-larut.
“Data yang kita berikan ke Itwil sudah lengkap, sebagaimana yang diminta Itwil guna proses audit, tapi sampai saat ini hasil audit belum keluar juga,” kata Adenani.
Ia mengaku bahwa modal sebesar Rp500 juta yang sempat dicairkan beberapa waktu lalu digunakan untuk operasional Perusda TP alias tidak digunakan untuk pembayaran gaji karyawan yang telah tertunggak selama tiga tahun. (ran415)