Home >> Berau - Kubar >> Maknai Bhinneka Tunggal Ika, Jangan Rusak Kondusivitas Berau
PELAKSANAAN apel Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. Pemimpin di Berau mengingatkan warga Berau, tidak mudah terpecah belah, memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika.
PELAKSANAAN apel Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. Pemimpin di Berau mengingatkan warga Berau, tidak mudah terpecah belah, memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika.

Maknai Bhinneka Tunggal Ika, Jangan Rusak Kondusivitas Berau

Aksi Gerakan Nusantara Bersatu

SEJAK dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta, isu-isu suku adat ras dan agama (SARA) mulai berkembang. Bahkan pengaruhnya tidak hanya di seputaran ibu kota saja, namun berbagai daerah juga terindikasi ikut terdampak isu-isu ini.
“Tidak ada hubungannya kita dengan Jakarta, jadi jangan sampai terpancing dengan berbagai macam isu yang berkembang sekarang. Jangan karena kejadian di Jakarta, maka daerah-daerah lain juga ikut terpecah. Saya tegaskan sekali lagi, ini tidak boleh,” kata Bupati Berau Muharram dalam apel Nusantara Bersatu, Rabu (30/11) di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.
Hal yang sama juga disampaikan Mantan Bupati Berau Makmur HAPK. Sebagai salah satu tokoh masyarakat, ia meminta agar keharmonisan yang selama ini terjalin tetap dijaga. Karena menurutnya, kekompakan dari berbagai macam suku dan agama yang ada di Berau, menjadi benteng kuat untuk mengantisipasi adanya penyusup yang ingin memecah belah.
“Kita juga jangan terlalu menanggapi apa yang ada di media sosial. Karena banyak postingan yang bisa membuat terjadinya perpecahan. Marilah kita jaga kebersamaan yang telah terjalin selama 15 tahun ini,” ujarnya.
Pelaksanaan apel Nusantara Bersatu ini digagas Kodim 0902/TRD dengan melibatkan sekitar 5.000 peserta, yang sebagian besar merupakan pelajar.
Masih di Berau, tepatnya di Talisayan, juga digelar aksi serupa, di depan pendopo Kampung Talisayan. Danramil Talisayan Kapten Inf Max Madjadji mengingatkan, apapun asalnya, tetap satu Indonesia.
“Ingat, apapun suku mu, agama mu, bahasa mu, kita semua sama, yakni satu NKRI,” ujarnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh warga Talisayan, yang terdiri dari 10 kampung, tetap jaga keamanan dan juga persatuan, jangan sampai ada selisih paham. Kalau ada masalah, ayo mari duduk bersama,” kata Pelaksana Tugas Camat Talisayan, Husdiono, usai kegiatan itu.
Sementara di Kutai Barat, aksi serupa juga diikuti tidak kurang 5.000 orang ragam elemen, baik dari Kutai Barat maupun Mahakam Ulu. Mereka ikut mengikrarkan Nusantara Bersatu. Ditegaskan Bupati Kutai Barat FX Yapan, NKRI adalah harga mati.
“Lebih baik putih tulang daripada putih mata. Saya imbau masyarakat terus bersatu memelihara kerukunan nasional, jaga keutuhan NKRI. Dengan bangsa yang sangat besar, keberagaman untuk menjaga kesatuan,” kata dia, didampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan dan Ketua DPRD Jackson John Tawi.(sam/mh216/imr)