Share?

Terluka, Nyaris Kehilangan Kemaluannya


korankaltim
korankaltim
    2017-08-04 05:58:34.000000
img

DOR/KORAN KALTIM SALAH satu korban mendapat perawatan medis usai terluka disabet senjata tajam.

SAMARINDA – Tiga orang pria menderita luka-luka, usai dikeroyok di sebuah jalur hauling salah satu perusahaan pertambangan batubara di kawasan Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (2/7). Ketiga korban Mursidin (53), Ambo Aman (37) dan Safrudin (56), menderita luka serius, sehingga dilarikan ke rumah sakit. 

“Salah satu korban mengalami luka robek di bokong, dan juga di bagian kelamin,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, dikonfirmasi wartawan.

Sudarsono menduga, luka di bagian kelamin yang membuat korban nyaris kehilangan kemaluannya itu, akibat  sabetan senjata tajam. Dijelaskan, ketiga korban tersebut merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas), dan diduga mereka dikeroyok oleh anggota ormas lainnya. Peristiwa berdarah itu sendiri, bermula ketika para korban sedang menutup jalur hauling tambang. 

“Ormas ini, atas dasar kuasa pemilik lahan, mereka menutup jalur hauling dengan menggunakan tali rafia dan menancapkan bendera di tengah jalan. Alasannya, mereka telah mengirimkan surat somasi kepada perusahaan tambang itu, namun tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan,” ungkap Sudarsono.

Setelah beberapa saat menutup jalur hauling, sekitar pukul 17.00 WITA, 3 korban yang melakukan penutupan jalan itu pun ditemui oleh salah satu kepala sekuriti perusahaan tambang.

“Karena yang menemui hanya kepala sekuriti saja, pihak ormas tersebut merasa tidak puas, dan mereka menghendaki agar top menajemen yang menemui mereka,” lanjutnya. 

Pertemuan antara kepala sekuriti dan anggota ormas tidak menemui titik terang, dan kepala sekuriti tersebut kemudian meninggalkan para anggota ormas tersebut dan kembali ke perusahaan tambang tempatnya bekerja. Satu jam kemudian, datang 3 buah mobil yang ditumpangi sejumlah pria yang diduga juga anggota ormas lain. 

“Dari 3 mobil itu, turun sekitar 10 orang laki-laki yang menghunuskan senjata tajam jenis parang dan menyerang ormas (yang menutup jalur hauling) hingga mengalami luka,” paparnya.  Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku langsung meningalkan lokasi kejadian. “Kemudian rekan korban membawa korban ke rumah sakit,” tandasnya. 

Untuk memburu para pelaku tersebut, polisi saat ini masih memeriksa sejumlah saksi. “Belum ada pelaku yang diamankan, masih dilakukan penyelidikan,” demikian Sudarsono. (dor)


berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat