Share?

Kas Daerah PPU Belum Memadai, Paling Lambat Beasiswa Cair April


korankaltim
korankaltim
    2018-02-07 07:33:45.000000
img

ANDALKAN BEASISWA Beasiswa yang diberikan oleh pemerintah memang menjadi salah satu andalan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan mereka, mengingat biaya pendidikan memang cukup tinggi. (Foto: ist)

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dapat mencairkan beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa PPU lantaran belum memadainya kas daerah, sehingga pemerintah daerah menjanjikan akan menyalurkan ke rekening penerima paling lambat pada April 2018.

Penyaluran biaya belajar di Kabupaten PPU mencapai 870 pelajar dan mahasiswa yang terdiri dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, S-I dan Diploma III berprestasi dan tugas akhir yang nilainya mencapai kurang lebih Rp1,5 miliar, dimana rencana penyalurannya akan dilakukan pada Oktober 2017 lalu namun hingga Februari 2018 ini belum dapat dilakukan.

Menurut Ketua Forum Keluarga Mahasiswa Kabupaten Penajam Paser Utara (FKMKPPU) Samarinda, Rifky Darmanto, seusai melakukan audiensi dengan Pemkab PPU terkait Beasiswa 2017 menyatakan dari hasil pertemuan dirinya memang penyaluran beasiswa mahasiswa tidak dapat dipaksakan karena kondisi keuangan daerah yang terus mengalami penurunan.

“Insyallah dicairkan, kami dijanjikan dari pemerintah kabupaten itu pada bulan Maret dan paling lambat di bulan April 2018, memang tidak dapat dipaksakan,” ujar Rifky Darmanto ketika ditemui awak media, Selasa (6/1).

Dirinya menjelaskan meskipun terjadi keterlambatan penyaluran beasiswa, namun ia menilai itu tidak terlalu memiliki dampak bagi sejumlah mahasiswa PPU khususnya yang berada di Samarinda, sebab kriteria beasiswa PPU tidak berdasarkan tidak kemampuan, tetapi berdasarkan prestasi, dimana tolak ukurnya adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sehingga tidak berpengaruh kepada pembayaran kuliah dan sebagainya.

“Penerima beasiswa PPU bukan orang yang tidak mampu, tapi rata-rata banyak orang yang mampu, bahkan ada beberapa merupakan anak pejabat daerah, tapi memang ada beberapa yang berdampak, karena selain berprestasi ia kurang tidak mampu,” jelasnya.

Meskipun demikian adanya keterlambatan, mahasiswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara itu berharap beasiswa harus dijadikan skala prioritas dari pemerintah daerah. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan di sejumlah universitas di Kota Samarinda, diperkirakan  mencapai 500 orang lebih.

Sehingga dari jumlah yang ada itu, Rifky berharap pemerintah daerah agar memperhatikan penunjang fasilitas, seperti halnya dengan asrama putri yang berada di Jalan Perjuangan Gang 4 Gunung Kelua, Samarinda, dimana asrama yang disediakan dengan sistem kontrak itu hanya dapat menampung sedikitnya 20 orang.

“Asrama putri ini kami harap untuk tahun ini kalau memang misalnya bisa, segera diresmikan (permanenkan),” pungkasnya. (wn1017)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat