Breaking News
Home >> Headline >> Proyek Rel Kereta Api Borneo Dimulakan
GUBERNUR Awang Faroek Ishak menandatangani berita acara saat peletakan batu pertama proyek rel kereta api di KIPI Maloy, Kutai Timur, Kamis (1/12)
GUBERNUR Awang Faroek Ishak menandatangani berita acara saat peletakan batu pertama proyek rel kereta api di KIPI Maloy, Kutai Timur, Kamis (1/12)

Proyek Rel Kereta Api Borneo Dimulakan

Sepanjang 650 Km, Awang Berharap Bisa Angkut Penumpang

SAMARINDA – Pembangunan rel kereta api borneo resmi dimulakan, Kamis (1/12) di Kutai Timur (Kutim). Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Awang Faroek Ishak. Pembangunan rel kereta api khusus dimulai pada jalur kawasan industri Maloy menuju ke Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar).
Awang mengatakan, Kutim akan menjadi daerah yang bakal dilintasi rel sepanjang 650 Kilometer, selain itu kabupaten lainnya yakni PPU, Kubar dan Kukar. Nah, untuk di Kutim, pemilihan tempatnya dinilai strategis, lantaran dibangun dekat Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy.
“Ada menteri yang mengejek dan menganggap rel kereta belum siap. Saya bilang, konektivitas antarwilayah harus dibangun. Tak mungkin daerah maju, kalau tidak begitu,” ujarnya disela peletakan batu pertama rel kereta di Kaliorang, Kutim.
Awang meminta PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI) selaku investor agar tak hanya membangun kereta barang, namun mengangkut kereta penumpang. “Saya menuntut jangan hanya angkut barang, tapi juga hutan tanaman industri, sawit dan lainnya. Terakhir harus bisa angkut penumpang,” tegasnya.
Yang terpenting lanjutnya, pembangunan rel tidak boleh menyimpang dari rancangan tata ruang wilayah (RTRW).
Awang juga menjelaskan, alasan lain PT SGMTI tertarik berinvestasi di Kaltim. Usut punya usut, investor disebut memiliki kepentingan bisnis untuk mengangkut batu bara dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, batu bara Kalteng dianggap memiliki nilai jual tinggi, karena kandungan kalori yang tinggi. “Nah, kami beri akses ke arah itu. Tapi, sudah bicara bisnis ke bisnis, kita tidak boleh bicarakan itu,” tutup Awang.
Sementara itu, Denis Muratov Direktur SGMTI apresiasi keterbukaan Pemprov terhadap investor. Denis sempat menyinggung mahasiswa Indonesia, khususnya Kaltim yang kuliah di Rusia. Kata Denis, IQ mahasiswa Indonesia diatas 140. “Bahkan bahasa Rusianya lebih baik dari saya,” katanya.
Denis juga sempat mengeluhkan proses birokrasi yang berbelit bagi investor asing. Namun, semua proses itu sudah selesai, tinggal menjalankan proyek. “Setelah kami lihat dukungan pemerintah, kami ambil keputusan untuk lanjutkan proyek ini,” tegasnya. Dia juga membeberi rencana pengerjaan rel kereta api menghubungkan Maloy dengan Tabang di Kukar. Untuk ruas pertama, akan dibangun sepanjang 195 Kilometer. Setelah itu, dilanjutkan ruas kedua di Tabang 125 Kilometer.
“Ada berbagai jenis lokomotif dan ribuan gerbong yang dibangun,” tambahnya.
Selanjutnya, Direktur Utama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy Agus Dwitarto mengatakan, dengan dibangunnya kereta api di Kaltim akan lebih meningkatkan ekonomi Kaltim. Terlebih saat ini batu bara sudah membaik serta diharapkab kelapa sawit tahun depan banyak yang akan dipanen.
“Kami melihat kawasan industri dan pelabuhan internasional ini merupakan titik magnet. Namin demikian, ini adalah tonggak sejarah. Nanti, kita akan kerja sama PT Kaltim Kawasan Industri Maloy ini saham nya dimiliki Pemprov dan Pemkab Kutim kerja sama pihak swasta,” ungkapnya.
Selain itu, Agus menyampaikan kedepannya rel kereta bisa mengangkut sesuai ketentuan dan peraturan pemerintah, khusus batu bara. Saat ini, pemerintah sedang berupaya revisi peraturan untuk akomodir kebutuhan di Maloy. “Jadi tidak hanya angkut batu bara, tapi bisa angkut CPO,” sambungnya.
Kawasan tersebut disebut sudah ditetapkan sebagai kawasan stategis nasional. Karena itu, pihaknya memberi fasilitasi agar berlangsung baik. Karena, secara nasional akan memberi kontribusi positif. (amb)