Breaking News
Home >> Headline >> Rasyid Tuntut Awang Minta Maaf
Rasyid Ridla
Rasyid Ridla

Rasyid Tuntut Awang Minta Maaf

Hari Ini, Puluhan Anggota FPI Samarinda ke Jakarta

SAMARINDA – Jika tidak berhalangan, sejumlah pengurus, anggota dan simpatisan FPI Samarinda akan bertolak ke Jakarta, Kamis (1/12) pagi ini dan bakal bergabung dengan jutaan peserta aksi bela Islam jilid III, dihelat 2 Desember di kawasan Monas, Jakarta. Keberangkatan tersebut mengabaikan larangan yang sebelumnya dilontarkan Gubernur Awang Faroek Ishak sesuai maklumat Kapolda Kaltim melarang ikut aksi tersebut di Ibu Kota negara.
Namun, Ketua FPI Samarinda, Rasyid Ridla nampaknya tetap “keukeuh” menuntut permohonan maaf dilontarkan Awang Faroek Ishak atas pernyataan menyebut warga Kaltim yang berangkat ke Jakarta, dan ikut aksi bela Islam jilid III di Jakarta sebagai calon teroris. Lontaran itu disampaikan Awang Faroek saat hadiri pertemuan dengan pimpinan kepala daerah dan tokoh masyarakat, agama dan adat di Makodam VI/Mulawarman, Rabu (23/11) lalu di Balikpapan.
“Kami sudah punya rekaman video saat Gubernur Awang Faroek mengatakan siapa yang berangkat ke Jakarta dalam aksi 212 adalah calon-calon teroris dan berpaham radikal yang perlu diwaspadai. Kami minta gubernur minta maaf ke publik secara terbuka,” tegas Rasyid kepada Koran Kaltim, Rabu (30/11).
Rasyid menjelaskan, FPI Samarinda merupakan bagian dari Aliansi Kerukunan Umat Kaltim akan memaksa Awang Faroek meminta maaf atas pernyataan saat menjadi narasumber di Makodam Balikpapan. Karena, hal itu disebut Rasyid menyakiti hati umat Islam yang ikut aksi bela Islam jilid III.
“Yang berangkat ada puluhan orang. Kami hanya bela Alquran, kitab suci umat Islam. Mungkin, kitab suci Pak Awang juga, tidak ada yang lain. Menurut saya, tidak elok gubernur buat pernyataan yang bikin gaduh daerah. Berbesar hatilah untuk meminta maaf,” pintanya.
Bahkan, Rasyid berjanji akan konsolidasi ke DPP FPI terkait upaya hukum akan ditempuh terkait pernyataan Awang Faroek. Dan, FPI bakal laporkan Awang Faroek ke polisi, jika tak segera minta maaf, proses ini berbeda dengan gugatan diajukan Aliasi Kerukunan Umat yang tengah berproses.
Ismu Pesan Jaga
Kesehatan dan Keamanan

Bupati Kutai Timur, Ismunandar mengimbau warganya yang ikut aksi damai bela Islam jilid III pada 2 Desember di Jakarta untuk menjaga keamanan dan kesehatan selama aksi. “Warga Kutim yang ikut aksi 212 di Jakarta, saya tidak bisa melarang. Itu hak pribadi masyarakat, yang penting jaga keamanan dan kesehatan saat ikut aksi,” kata Ismunandar usai apel Nusantara Bersatu, Rabu (30/11) di halaman Kantor Bupati Kutim, kemarin.
Meski diakui belum ada informasi kelompok masyarakat di Kutim hendak berangkat ke Jakarta dalam rangka aksi 212 digelar besok.
“Kami tetap imbau, jika ada yang ingin disampaikan terkait aksi 212 di Jakarta, ada baiknya sampaikan aspirasi ke Pemkab Kutim saja. Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta. Karena, ke Jakarta perlu biaya tidak sedikit,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim , Muhammad Adam menghimbau warga Kutim gelar istighosah di daerah, tak perlu ke Jakarta. Pihaknya segera bertemu Bupati Kutim dan koordinasi aparat TNI Polri. Sehingga Istighosah jadi wadah umat Islam Kutim menyampaikan aspirasi. “MUI Kutim tidak berhak melarang warga ke Jakarta untuk ikut aksi 212, karena hak masing-masing pribadi umat,” sebutnya.
Polres Balikpapan Belum Terima Pemberitahuan

Jelang aksi bela Islam jilid III, Jumat (2/12) besok, Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta mengaku hingga Rabu (30/11) siang belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi tersebut. “Kami belum terima surat pemberitahuan aksi bela Islam jilid III,” tegasnya disela aksi gerakan Nusantara Bersatu, Rabu (30/11).
Menurutnya, jika ada kelompok yang gelar aksi, sesuai aturan tiga hari sebelum harus ajukan surat pemberitahuan. “Untuk gelar aksi ada aturannya, minimal tiga hari sebelum aksi sudah ada pemberitahuan, jika memang ada yang aksi, kita lihat nanti,” ujarnya.
Selain itu, perwira dua bunga di pundak itu memastikan tak ada warga Balikpapan yang berangkat ke Jakarta. “Rata-rata sudah sadar dan lebih baik ikut zikir di Balikpapan,” akunya.
Dia juga mengimbau masyarakat yang nekat ke Jakarta agar pertimbangkan benar-benar rencana tersebut . “Lebih baik uangnya buat warga yang membutuhkan, seperti di panti asuhan banyak saudara kita memerlukan bantuan,” ucapnya. (man/sab/yud)