Jumat, 26/04/2024

Ditemukan Banyak Bekas Luka Melepuh Hampir Sekujur Tubuh, Bocah 8 Tahun di Samarinda Diduga Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Ayah Tiri

Jumat, 26/04/2024

Ayah tiri korban (tengah) saat dimintai keterangan oleh petugas di Polsek Sungai Pinang, pasca diamankan Jumat (26/4/2024) sore tadi. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ditemukan Banyak Bekas Luka Melepuh Hampir Sekujur Tubuh, Bocah 8 Tahun di Samarinda Diduga Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Ayah Tiri

Jumat, 26/04/2024

logo

Ayah tiri korban (tengah) saat dimintai keterangan oleh petugas di Polsek Sungai Pinang, pasca diamankan Jumat (26/4/2024) sore tadi. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Penulis: Nancy 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang bocah  laki-laki berusia 8 tahun di Kota Samarinda diduga jadi korban penganiayaan orangtuanya.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan banyak luka melepuh dihampir sekujur tubuh bocah tersebut.

Peristiwa yang miris ini terjadi dikawasan Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang Jumat (26/4/2024) pagi tadi sekitar pukul 10.00 WITA.

Aksi orangtua bocah laki-laki tersebut ketahuan warga dan langsung melaporkan ke ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, yang kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa.

Setelah itu dilaporkan kepada anggota Polsek Sungai Pinang dan petugas pun berkoordinasi dengan pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Samarinda.

Di tempat kejadian, kepolisian pun meminta kunci duplikat kepada pemilik kontrakan dengan disaksikan warga serta pihak UPTD PPA.

Saat pintu dibuka bocah tersebut hanya seorang diri dengan kondisi banyak ditemukan bekas luka hampir di sekujur tubuh, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Hal ini diungkapkan Kaporlesta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Rahmat Aribowo saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

"Setelah menerima laporan itu anggota kami bersama Kanit Reskrim langsung ke lokasi dan bocah itu didampingi UPTD PAA dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan orangtuanya," ujar Rahmat.

Tak perlu waktu lama, polisi pun langsung mengamankan kedua orangtua bocah malang tersebut. "Orangtuanya sudah kami amankan, kalau ibunya itu ibu kandung tapi ayahnya ayah tiri," ungkap Rahmat lagi.

"Keterangan awal pengakuan dari mereka, alasan menganiaya karena anaknya bandel, dan anak itu dikunci di rumahnya dari luar, posisi ditinggal alasannya supaya tidak keluar, tapi itu tidak masuk akal," jelas Rahmat lagi.

Kondisi bocah itu saat dievakuasi dari dalam rumah tersebut sangat memprihatinkan karena terdapat banyak luka melepuh di bagian tubuh korban.

"Bahkan diduga kaki kanannya patah, tangannya bengkok, tetapi saat ini yang menangani bocah itu dari UPTD PPA," paparnya.

Yang jelas untuk penanganan proses hukumnya nanti, akan ditangani oleh Satreskrim Polresta Samarinda.

"Nanti yang nangani itu Satreskrim, kalau dari kami hanya penanganan awal saja, mulai dari TKP sampai menangani orangtua korban," tutup Rahmat.


Editor: Aspian Nur

Ditemukan Banyak Bekas Luka Melepuh Hampir Sekujur Tubuh, Bocah 8 Tahun di Samarinda Diduga Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Ayah Tiri

Jumat, 26/04/2024

Ayah tiri korban (tengah) saat dimintai keterangan oleh petugas di Polsek Sungai Pinang, pasca diamankan Jumat (26/4/2024) sore tadi. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Berita Terkait


Ditemukan Banyak Bekas Luka Melepuh Hampir Sekujur Tubuh, Bocah 8 Tahun di Samarinda Diduga Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Ayah Tiri

Ayah tiri korban (tengah) saat dimintai keterangan oleh petugas di Polsek Sungai Pinang, pasca diamankan Jumat (26/4/2024) sore tadi. (Foto: Nancy/Korankaltim.com)

Penulis: Nancy 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang bocah  laki-laki berusia 8 tahun di Kota Samarinda diduga jadi korban penganiayaan orangtuanya.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan banyak luka melepuh dihampir sekujur tubuh bocah tersebut.

Peristiwa yang miris ini terjadi dikawasan Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang Jumat (26/4/2024) pagi tadi sekitar pukul 10.00 WITA.

Aksi orangtua bocah laki-laki tersebut ketahuan warga dan langsung melaporkan ke ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, yang kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas serta Babinsa.

Setelah itu dilaporkan kepada anggota Polsek Sungai Pinang dan petugas pun berkoordinasi dengan pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Samarinda.

Di tempat kejadian, kepolisian pun meminta kunci duplikat kepada pemilik kontrakan dengan disaksikan warga serta pihak UPTD PPA.

Saat pintu dibuka bocah tersebut hanya seorang diri dengan kondisi banyak ditemukan bekas luka hampir di sekujur tubuh, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Hal ini diungkapkan Kaporlesta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Rahmat Aribowo saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

"Setelah menerima laporan itu anggota kami bersama Kanit Reskrim langsung ke lokasi dan bocah itu didampingi UPTD PAA dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan orangtuanya," ujar Rahmat.

Tak perlu waktu lama, polisi pun langsung mengamankan kedua orangtua bocah malang tersebut. "Orangtuanya sudah kami amankan, kalau ibunya itu ibu kandung tapi ayahnya ayah tiri," ungkap Rahmat lagi.

"Keterangan awal pengakuan dari mereka, alasan menganiaya karena anaknya bandel, dan anak itu dikunci di rumahnya dari luar, posisi ditinggal alasannya supaya tidak keluar, tapi itu tidak masuk akal," jelas Rahmat lagi.

Kondisi bocah itu saat dievakuasi dari dalam rumah tersebut sangat memprihatinkan karena terdapat banyak luka melepuh di bagian tubuh korban.

"Bahkan diduga kaki kanannya patah, tangannya bengkok, tetapi saat ini yang menangani bocah itu dari UPTD PPA," paparnya.

Yang jelas untuk penanganan proses hukumnya nanti, akan ditangani oleh Satreskrim Polresta Samarinda.

"Nanti yang nangani itu Satreskrim, kalau dari kami hanya penanganan awal saja, mulai dari TKP sampai menangani orangtua korban," tutup Rahmat.


Editor: Aspian Nur

 

Berita Terkait

Marquez Siap Tinggalkan Ducati demi Tunggangan Sepeda Motor Versi Terbaru

Polda Kaltim Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir di Mahakam Ulu

Kawasan Pecinan di Samarinda Dikembangkan, Ini Lokasi Mayoritas Warga Tionghoa Bermukim

Baru Sembilan Hari Keluar Bui, Dua Pengedar Sabu Diringkus di Indekos Jalan Pangeran Antasari

Pemkot Balikpapan Bakal Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Mahulu

Rusmadi Maju Sebagai Bacalon Wali Kota Samarinda, Formulir Pendaftaran ke Golkar dan PDIP Sudah Dikembalikan

Tingkat Kelulusan Siswa Jenjang SMA Sederajat di Berau Capai 100 Persen

Informa Tawarkan Promo Hingga 60 Persen, Furnitur Kantor Sampai Peralatan Dapur Dijual Harga Hemat

ASN di Berau Diingatkan Hindari Menyukai Postingan Berbau Politik

Tiap Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat di Kecamatan Kukar Dialokasikan Rp20 Juta untuk Operasional

Kemenag Bakal Tempatkan 1.378 Formasi CASN Khusus di IKN

KPU Balikpapan Tetapkan 30 Anggota PPK dari Enam Kecamatan Jelang Pilkada Serentak 2024

Gasak Barang-Barang Dibangunan yang Sudah Kosong, Pekerja di Eks Rumah Sakit Tentara Samarinda Ditangkap Polisi

Residivis Spesialis Pencurian di Masjid Raya Samarinda “Dicakar” Tim Elang Setelah Dua Bulan Beraksi

KPU Berau Lantik 65 Anggota PPK dari 13 Kecamatan, Sanksi Pidana Menanti Kalau Melakukan Kesalahan

Bobol Gudang Pupuk di Kecamatan Batu Engau, Empat Karyawan Perusahaan dan Enam Orang Lainnya Ditangkap Polisi

Pekerjakan Anak Dibawah Umur, Pemilik Spa Plus-Plus di Samarinda Ditetapkan Sebagai Tersangka

Hadirkan MPPA, Bukti DP3A Serius Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.