Home >> PPU - Paser >> Ribuan Warga Ikuti Apel Nusantara Bersatu

Ribuan Warga Ikuti Apel Nusantara Bersatu

Yusran: Tidak Usah Demo ke Jakarta

PENAJAM – Ribuan warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari berbagai elemen dan profesi, Rabu pagi (30/11) kemarin, memadati lapangan Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk mengikuti apel Nusantara Bersatu bersama Bupati PPU, H Yusran Aspar, Ketua DPRD PPU, Nanang Ali, Wabup, H Mustaqim MZ, Dandim 0913/PPU, Letkol Czi, Adi Suryanto, Kapolres AKBP Teddy Ristiawan serta pejabat dan undangan lainnya.
Dalam kegiatan itu, masing – masing pejabat menyampaikan orasi kebangsaannya yang rata – rata memberi motivasi persatuan dan kesatuan dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menunjukan rakyat Indonesia tidak mudah dipecahbelah.
Dikatakan, Yusran Aspar usai kegiatan kepada awak media, di negara ini ada hari Kebangkitan Nasional tetapi hari ini barang kali dijadikan sebagai hari kesadaran nasional yang dilakukan serentak seluruh Indonesia, di mana sebagai bentuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia kuat dan bersatu, tidak ada persoalan dalam bangsa ini.
“Hari penuh kesadaran masyarakat sangat antusiasme datang untuk ikut apel Nusantara Bersatu. Ini cocok jika 30 November ini dijadikan sebagai hari kesadaran nasional sebagai bentuk menyadarkan kalau kita harus bersatu,” katanya.
Terkait adanya warga yang berniat untuk pergi ke Jakarta melakukan aksi demo pada 2 Desember depan, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak pergi kesana. Mereka bisa menggelar aksi serupa di daerah masing-masing.
“Sayanglah uang dibuang – buang. Cukuplah sudah saudara – saudara kita disana mewakili kita untuk menuntut keadilan, apalagi sudah ditangani oleh aparat penegak hukum,”tukasnya.
Namun, lanjutnya, aparat hukum tidak melakukan penangkapan kepada warga yang berangkat ke sana, bahkan Mendagri mempersilakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk andil dalam kegiatan 2 Desember untuk berdemo tersebut, termasuk Menkeu mempersilahkan jika ingin berdemo asal jangan melakukan penarikan uang di bank.
“Jadi amalkan sebenar – benarnya Pancasila, kemudian aparat pemerintah kembali pada UUD 1945 laksanakan secara murni dan konstituen,”tegasnya.
Sementara Dandim 0913/PPU, Letkol Czi Adi Suryanto mengatakan, yang menjaga negara dan bangsa ini adalah masyarakat Indonesai sendiri, terbukti berkat kerja sama aparat keamanan dengan masyarakat dalam waktu 1 x 24 jam dua teroris pelarian dari Samarinda ke PPU bisa ditangkap dengan berhasil.
“Saya menekankan, kepada masyarakat kelurahan dan desa di PPU jangan karena dua teroris itu berhasil ditangkap dan menjadikan kita lengah. Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan tersebut dan melakukan deteksi dini laporan 1 x 24 jam bagi pendatang atau tamu di wilayahnya,”tukas Dandim.
Menurutnya, tidak perlu ada penjagaan khusus dalam mengatasi masuknya pengganggu keamanan di setiap daerah. Cukup menerapkan deteksi dini laporan 1 x 24 jam tadi, maka para pendatang dapat terpantau, sehingga jika ada yang dicurigai masyarakat dapat melaporkan kepada aparat desa hingga ke Polres maupun Kodim. (nav)