Home >> Headline >> RSIS Tagih Pemkot Lunasi Utang Rp3,7 Miliar
TAGIH UTANG: Dua pekan setelah setop pelayanan, karena izin operasional tak diperpanjang, Direksi RSIS menagih utang Jamkesda Pemkot Samarinda Rp3,7 miliar. Semoga tak jadi masalah baru.
TAGIH UTANG: Dua pekan setelah setop pelayanan, karena izin operasional tak diperpanjang, Direksi RSIS menagih utang Jamkesda Pemkot Samarinda Rp3,7 miliar. Semoga tak jadi masalah baru.

RSIS Tagih Pemkot Lunasi Utang Rp3,7 Miliar

Program Jamkesda 2016, untuk Bayar Jasa Dokter dan Karyawan

SAMARINDA – Sejak tanggal 16 November 2016 lalu, Rumah Sakit Islam Samarinda (RSIS) hentikan operasional, menyusul dicabutnya hak pakai atas gedung bekas RSU berlokasi di Jalan Gurami, Samarinda. Kini, masalah baru muncul. RSIS menagih Pemkot Samarinda melunasi utang program Jamkesda Rp3,7 miliar. Karena, dana tersebut sangat diperlukan untuk membeli obat-obatan serta membayar jasa dokter dan karyawan RSIS yang bertahan di Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Samarinda.
“Kami sudah kirim surat dan berharap Pemkot Samarinda segera melunasi utang Rp3,7 miliar. Tapi, belum ada respons dari Pemkot, kapan mau lunasi utang program Jamkesda periode Februari-1 Juli 2016, hingga program Jamkesda ditutup Pemkot Samarinda,” kata Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis RSIS, Agus Setiawan kepada Koran Kaltim saat ditemui di RSIS, Rabu (30/11) kemarin
Meski diakui Agus, kondisi keuangan Pemkot Samarinda diketahui sedang defisit anggaran. Namun, kondisi RSIS sangat memerlukan dana tersebut untuk operasional rutin di rumah sakit swasta tersebut. “Kami mohon Pemkot segera melunasi utang tersebut, karena RSIS sangat perlu dana tersebut. Saat ini, Direksi RSIS hanya bertahan dengan sisa dana diperoleh dari perusahaan dan asuransi yang jalin kerja sama, selain itu perlu sisihkan dana untuk membangun gedung RSIS yang baru,” ucapnya. (man)