Share?

Hunian Kamar Hotel Berbintang Kaltim Meningkat


korankaltim
korankaltim
    2017-09-09 07:48:51.000000

SAMARINDA -  Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Timur pada Juli 2017 mengalami peningkatan sebesar 6,99 poin, dari yang tercatat 45,21 persen pada Juni naik menjadi 52,50 persen pada Juli.

“Dari total TPK pada hotel bintang 1 hingga hotel bintang 5, TPK tertinggi dialami oleh hotel dengan bintang 5 dengan TPK mencapai 73,29 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah.

TPK pada hotel bintang 5 di Kaltim pada Juli yang sebesar itu, mengalami peningkatan drastis yang mencapai 23,68 poin ketimbang bulan sebelumnya yang kamarnya hanya terjual 49,61 persen.

TPK peringkat kedua dialami pada hotel bintang 2 yang kamarnya terjual 67,14 persen, atau meningkat 13,39 poin ketimbang Juni yang tercatat 53,75 persen.

Disusul TPK pada hotel bintang 4 yang pada Juli 2017 kamarnya terjual 52,56 persen, terjadi peningkatan sebesar 9,75 poin ketimbang bulan sebelumnya yang kamar hotelnya terjual 42,81 persen.

Peringkat keempat adalah yang dialami hotel bintang 3 dengan TPK 44,64 persen, atau terjadi penurunan 0,07 poin ketimbang TPK di bulan sebelumnya yang sebesar 44,71 persen.

Sedangkan peringkat terakhir atau kelima adalah TPK yang dialami pada hotel dengan bintang 1 yang hanya tercatat 40,35 persen, atau terjadi peningkatan 14,97 poin ketimbang bulan sebelumnya yang TPK-nya tercatat 25,38 persen.

Meski TPK hotel berbintang meningkat, lanjutnya, namun secara umum rata-rata lama tamu menginap pada hotel berbintang di Provinsi Kaltim sepanjang Juli 2017 mengalami penurunan 0,04 hari, yakni dari 1,79 hari pada Juni menjadi 1,75 hari sepanjang Juli. Penurunan terjadi karena tama mancanegara yang menginap pada hotel berbintang juga menurun, yakni dari rata-rata 3,52 hari pada Juni turun menjadi rata-rata 2,96 hari pada Juli.

“Hal yang sama terjadi pula pada lama tamu nusantara yang menginap juga menurun, dari lama menginap rata-rata 1,78 hari pada Juni, turun menjadi 1,72 hari pada Juli,” tuturnya. (ant)


berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat