Home >> Ekonomi kaltim >> Stok Beras di Tenggarong Masih Aman
STOK CUKUP: Persediaan beras di Tenggarong masih mencukupi hingga akhir tahun. Sementara kondisi harga beras pun masih tergolong aman
STOK CUKUP: Persediaan beras di Tenggarong masih mencukupi hingga akhir tahun. Sementara kondisi harga beras pun masih tergolong aman

Stok Beras di Tenggarong Masih Aman

TENGGARONG – Musim penghujan yang datang pada bulan November ini diperkirakan akan terus membuat stok beras di pasar Mangkurawang tetap aman hingga akhir tahun 2016.
Wakit, seorang pedagang beras di pasar Mangkurawang mengatakan bahwa stok berasnya tetap aman hingga akhir tahun nanti. “Stok beras lokal untuk bulan ini tetap aman, ini diperkirakan musim penghujan yang membuat petani terus menghasilkan beras. Untuk beras premium juga masih aman sampai akhir bulan Desember ini,” katanya kepada Koran Kaltim, Kamis (1/12) kemarin.
Hal senada juga dikatakan oleh Irpi. Dia mengatakan bahwa stok berasnya masih tetap aman walaupun ramai konsumen. “Jika pelanggan berdatangan, saya bisa menghabiskan satu ton dalam sehari. Tapi jika dilihat dari stok yang saya dapatkan, saya rasa masih aman sampai akhir Desember ini,” ujarnya.
Untuk kisaran harga, Wakit mengungkapkan bahwa harga beras sekarang masih stabil. Untuk beras lokal berkisar pada harga Rp10 ribu per kilogram, sedangkan beras premium dari luar daerah berkisar pada harga Rp12 ribu sampai Rp15 ribu.
Menurut Wakit, menjelang akhir tahun nanti, harga beras masih akan tetap stabil mengingat stok dari petani di Kukar cukup banyak untuk tahun ini.
Berbeda dengan Wakit, Irpi beranggapan akan adanya kenaikan menjelang akhir tahun ini. Namun dia menambahkan takkan ada lonjakan harga secara drastis dan hanya pada kisaran normal saja.
Harga ini berbeda dengan tahun lalu yang mana harga beras lokal bisa melonjak sampai Rp15 ribu dikarenakan musim kemarau yang panjang.
Wakit menjelaskan bahwa tidak ada tren konsumen untuk jenis beras tertentu. “Tergantung konsumen mas, ada yang suka dengan beras lokal, ada yang suka beras impor. Maka dari itu perbandingan stok beras saya itu 50:50, 50% beras lokal dan 50% beras premium (impor),” ujarnya. Hal serupa juga disampaikan oleh Irpi. (ted1116)