Breaking News
Home >> Samarinda >> Tiap Tahun Banjir Semakin Parah
GANGGU PENDIDIKAN: Tingginya curah hujan awal pekan kemarin membuat pelajar harus rela berbasah ria dan pulang lebih cepat dari sekolahnya.
GANGGU PENDIDIKAN: Tingginya curah hujan awal pekan kemarin membuat pelajar harus rela berbasah ria dan pulang lebih cepat dari sekolahnya.

Tiap Tahun Banjir Semakin Parah

TINGGINYA curah hujan awal pekan kemarin yang berimbas pada banjir dan terhambatnya aktivitas masyarakatnya, menuai beragam komentar dari warga Kota Tepian. Adhi, aktivis mahasiswa dari Universitas Mulawarman menuturkan, banjir yang melanda Samarinda sudah menjadi predikat buruk dari tahun ke tahun. “Saya kelahiran asli sini (Samarinda), mulai kecil sudah biasa liat banjir di kota ini, tapi dari tahun ke tahun semakin parah,” tutur Adhi.
Selain pemandangan banjir yang semakin parah di setiap tahunnya, Adhi juga menyebut kalau peristiwa ini tentu akan menjadi penghambat aktivitas masyarakat. “Kalau sudah parah gini, ya terusik juga, karena sudah sangat mengganggu aktivitas,” ucap Adhi yang juga ikon Duta Pariwisata Kaltim.
Penanganan permasalahan banjir ini dirasa Adhi, harus adanya sinergi yang baik dari pemkot bersama warganya. “Saya heran, masih ada beberapa warga yang tidak peduli lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Saya lebih heran lagi dengan pemerintah yang selalu gagal menanggulangi masalah banjir,” jelas Adhi.
Komitmen dalam menangani permasalahan banjir dan menumbuhkan serta meningkatkan, rasa perduli akan lingkungan adalah hal yang harus dilakukan masyarakat bersama dengan pemerintahnya.
Tidak jauh berbeda dengan Adhi, Devi yang juga berasal dari Unmul menuturkan, banjir awal pekan kemarin merupakan terparah yang dialaminya. “Saya berasal dari luar daerah, selama empat tahun di sini, ini merupakan banjir paling parah,” tutur Devi.
Kerugian yang dirasakan Devi tidak hanya dari terhambatnya aktivitas, namun rumah kos kosan yang dihuninya terendam yang menyebabkan beberapa barangnya rusak. “Waktu itu saya lagi di luar rumah kos, saat pulang, kasur dan barang lain sudah mengapung, bahkan beberapa barang elektronik, sepert laptop saya yang berisi bahan skripsi ikut rusak,” urai Devi.
Tingginya curah hujan yang melanda sebagian kota besar di Indonesia, dirasa Devi bukan menjadi alasan membiarkan bencana banjir ini terus didiamkan. “Saya berharap cepat di atasi banjirnya, karena ini sudah masuk kategori bencana. Kalau mau terus menyoal permasalahn cuaca, mau sampai kapan banjir ini menggenangi kota,” pungkasnya. (ms315)