Breaking News
Home >> OTOMOTIF >> Toyota Luncurkan Avanza Termurah

Toyota Luncurkan Avanza Termurah

Bidik Sektor Komersial

JAKARTA – KompasOtomotif – PT Toyota Astra Motor resmi luncurkan model baru, Toyota Transmover, Rabu (30/11). Mobil segmen low multi purpose vehicle (MPV) ini ditujukan untuk pasar komersial, khususnya taksi online maupun non-online atau kegunaan lain.
Fransiscus Soerjopranoto, Executive GM Marketing TAM mengatakan, kalau ini merupakan jawaban atas permintaan model MPV bawah untuk taksi yang semakin banyak. Tentunya juga disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
“Kami tidak hanya fokus di pasar mobil penumpang tetapi juga di sektor komersial. Saat melihat ada peluang di 4×2 MPV bawah di pasar taksi, dan kami berupaya untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Fansiscus di sela-sela acara, Rabu (30/11).
Bansar Maduma, Product General Manager TAM menambahkan, kalau pilihan nama “Transmover” memiliki merupakan sebuah singkaran dari “Transport You to Move to Another Place”. Maknanya tetap berfungsi sebagai moda transportasi.
“Sempat bingung mengenai penamaan, sempat terpikir juga menggunakan Toyota Limo MPV, tapi pada akhirnya sepakat menggunakan nama Transmover. Ini juga sudah memenuhi aturan pemerintah di mana ukuran mesin di 1.300cc sampai 1.500cc,” ujar Bansar.
Bansar melanjutkan, kalau tren kebutuhan taksi MPV ini meningkat sejak tahun 2014 lalu, dan Toyota sudah mengembangkan sejak lama. “Jadi menunggu aturan pemerintah dahulu, di mana dahulu baru dibolehkan sedan belum MPV, namun sekarang sudah,” ujar Bansar.
Lalu, apakah dengan masuknya serbuan Toyota bikin Honda gentar? Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) menjawab diplomatis, bahwa pilihan ada sepenuhnya di tangan konsumen.
”Kalau kami selalu berpatokan dari kepuasan dan value for money. Apakah konsep mereka (Avanza Transmover) cost down? Apakah nanti company taxi bakal senang? Saya rasa produk akan berbeda,” kata Jonfis.
Dia pun menegaskan bahwa Honda menganggap mobil yang layak untuk keperluan transportasi adalah seperti Mobilio yang saat ini dipakai untuk taksi berbagai perusahaan. Tidak ada bedanya untuk pemakaian pribadi atau pun dipakai perusahaan taksi.
”Saya belum tahu konspenya nanti seperti apa, kaca pakai (power window) atau engkol. Bisa saja perusahaan (taksi) tutup mata (soal spesifikasi), tapi saya yakin, akan banyak orang yang berpikir bahwa mobil bukan untuk keperluan transportasi saja, tapi ada unsur teknologi dan kenyamanan,” kata Jonfis.
Saat ini, HPM masih mampu menjual Mobilio antara 3.000-5.000 unit sebulan di tengah kompetisi yang makin ketat. Model ini masih mampu menggaet market share 16 persen di segmen low MPV. Dari jumlah itu, 20 persennya terjual untuk digunakan sebagai taksi.(kc)