Home >> Samarinda >> Warga Mampu Tak Malu Ikut Ambil Raskin
SALAH SALUR: Beras raskin yang harusnya menjadi jatah warga tak mampu di Kota Tepian ternyata dinikmati juga oleh mereka yang mampu dan tak berhak menerima.
SALAH SALUR: Beras raskin yang harusnya menjadi jatah warga tak mampu di Kota Tepian ternyata dinikmati juga oleh mereka yang mampu dan tak berhak menerima.

Warga Mampu Tak Malu Ikut Ambil Raskin

Data Penerima Jatah Tak Sesuai ke Pemerintah Pusat

SAMARINDA – Pembagian beras miskin (raskin) kepada masyarakat tak mampu hingga kini masih sering tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal ini diakui Asisten III Ridwan Tassa sebagai pihak yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Sosial.
“Memang harus diakui sampai saat ini data yang diterima oleh pemerintah pusat tidak sinkron dengan data terbaru yang kami miliki,” jelas Ridwan Tassa Kamis (1/12) kemarin saat ditemui media ini usai rapat koordinasi dengan bagian Kesra dan Ekonomi. “Selain itu saat ini juga ada pelimpahan wewenang yang dulunya raskin ditangani oleh Asisten II bagian perekomian sekarang dilimpahkan kekami,” imbuhnya.
Ridwan menyebut data terbaru untuk penerima raskin saat ini telah diperbarui sejak 2015 silam. Namun data yang dimiliki pemerintah pusat masih mengacu pada data penerima raskin tahun 2011. “Padahal sudah berapa kali kami mengirim data terbaru kepada pemerintah pusat namun belum direspon,” ungkapnya.
Selain data penerima raskin yang tidak sesuai dengan pemerintah pusat, Ridwan pun mengakui banyak penerima raskin yang tidak lagi sesuai dengan kategori penerima raskin.
“Masih banyak penerima raskin yang tidak sesuai kategori. Bahkan disuatu wilayah justru ada warga yang tergolong miskin tidak terpantau oleh kami namun tidak mendapat bagian,” jelasnya.
“Ada lagi warga yang sudah dianggap mampu namun masih mengambil bagian raskin karena ingin mendapat secara gratis. Untuk itu kami tadi sudah rapat koordinasi dengan bagain kesra agar mendata lagi berapa jumlah warga yang tergolong miskin serta data penerima raskin yang saat ini sudah mampu tidak perlu lagi masuk dalam penerima raskin,” pungkasnya. (ms315)