PDAM Konsisten Jalankan Bisnis Pelayanan Air Bersih


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     473 kali
img SUMBER AIR BAKU: Waduk Teritip yang dibangun Pemkot akan menjadi salah satu sumber air baku PDAM Balikpapan.

BALIKPAPAN- PDAM memiliki standar manajemen mutu dalam rangka menjalankan roda bisnis yang konsisten guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Balikpapan. Dirut PDAM Haidir Effendi mengatakan tantangan ke depan jauh lebih berat. 

“Berbagai upaya terus dilakukan oleh jajaran PDAM untuk mengoptimalkan pelayanan pada pelanggannya walaupun dengan keterbatasan kapasitas produksi,” ujarnya dalam rilis yang diterima Koran Kaltim, kemarin.

Dibeberkannya, untuk kebutuhan dan ketersedian air baku, PDAM Kota Balikpapan masih menunggu berfungsinya Waduk Teritip. Waduk ini akan melengkapi sumber air baku yang selama ini 75 persen mengandalkan pasokan Waduk Manggar.

“Memang tidak lah mudah menyelesaikan pembangunan Waduk Teritip sendiri karena terhambatnya proses pembebasan tanah,  kemudian hambatan lain yang juga pemicu turunnya kapasitas produksi, yaitu disebabkan rusaknya beberapa sumur bor sebagai sumber air tanah, menurunnya efektivitas infrastruktur, ditambah kondisi jaringan PDAM yang dimakan usianya. Kemudian perkembangan kota secara fisik seperti pembangunan prasarana jalan dan drainase yang tidak dibarengi adanya utilitas yang tersedia. Akibatnya, jaringan pipa distribusi PDAM yang sudah tertanam terpaksa harus dipindahkan,“ jelasnya.

“Sementara penempatan untuk pemindahan jaringan pipa tersebut tidak disiapkan dan terbatas, apalagi saat ini 60 persen pipa PDAM terletak di badan jalan, di trotoar dan di bawah drainase, sedangkan 30 persen berada  di bawah pondasi bangunan rumah atau bangunan lainnya,” jelasnya.

Tantangan lainya yakni kondisi topografi Kota Balikpapan 80 persen adalah perbukitan dan lembah. “Di sisi lain, permintaan akan kebutuhan air bersih terus meningkat. Ini tidak mampu diimbangi dengan ketersediaan kebutuhan air baku yang memadai. PDAM, sejauh ini praktis hanya mengandalkan sumber air baku dari Waduk Manggar (air permukaan) dan sumber air tanah,” ujarnya. 

Karenanya, PDAM Balikpapan sudah mencanangkan Program Pengembangan Peningkatan Pelayanan. Usulan yang sudah direncanakan adalah mengejar pembangunan IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) di Kelurahan Teritip. “Alhamdulillah Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat sangat mendukung melaksanakan Pembangunan IPAM Teritip oleh Satker PSPAM  (Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum),” ungkapnya.

Pembangunan Waduk Tritip mendapat perhatian dari pemerintah pusat sebab mendapat anggaran dari Kementerian PUPR. “Bendungan Teritip akan memasok tambahan air baku 250 liter/detik,” ujarnya.

Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir tahun 2016 telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Teritip. Bendungan yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2014 tersebut memiliki luas genangan 94,80 hektare dengan kapasitas 2,43 juta meter kubik. Saat ini bendungan dalam tahap pengisian atau inpounding dan ditargetkan dapat segera beroperasi tahun ini, “ tutur Menteri PUPR Basuki.

Guna mendukung pemanfaatan bendungan tersebut, pada tahun  ini juga tengah dilaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teritip di atas lahan seluas 5 hektare yang akan rampung pada tahun 2018. Selain berasal dari Bendungan Teritip sebesar 250 liter/detik, nantinya air baku bagi IPA Teritip juga akan dipasok dari Embung Aji Raden sebesar 150 liter/detik. (din/adv)



baca LAINNYA