4.322 Terumbu Karang Buatan Sudah Tertanam


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     200 kali

BONTANG - Tidak hanya berhenti di bidang kesehatan, kepedulian perusahaan Pupuk Kaltim pun terlihat cukup besar pada bidang lingkungan, khususnya keanekaragaman hayati dan biota laut di peraiaran Kota Bontang. Apalagi, Direktur Utama Pupuk kaltim Bagir Pasaman, memiliki hobi menyelam (diving), melihat keindahan laut. Karena itu, PKT sangat concern terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. Dan hal ini disalurkan melalui program Penurunan dan Peletakan Terumbu Buatan.

Usai menyerahkan mobil sehat atau mobil imun, PKT langsung menuju ke tengah laut, di titik penurunan terumbu karang buatan. Program ini, dikatakan Bagir Pasaman, telah dilaksanakan sejak 2009 dan merupakan realisasi perbaikan terumbu yang rusak di daerah Tobok batang seluas 20 Hektar hingga 2023. “Setiap tahun, Pupuk Kaltim rutin menurunkan 500 terumbu buatan dan saat ini, sudah tertanam 4.322 terumbu buatan,” kata Bagir Pasaman.

Dalam membuat terumbu buatan, menurut Bagir, perusahaan melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk kelompok bernama Kemasea, yang merupakan masyarakat Selambai. Sedangkan untuk penurunan terumbu buatan, dilakukan oleh kelompok bernama Rawai Kerapu Sejahtera dari kelurahan Bontang Kuala. Total biaya yang digunakan untuk pembuatan dan penurunan terumbu buatan pada 2017 adalah senilai Rp340 Juta.

Karena sangat peduli keindahan laut, agar keanekaragaman di dalamnya tidak rusak, Bagir pada kesempatan itu mengimbau kepada seluruh nelayan yang ada di kota Taman, khususnya daerah Loktuan dan Guntung, agar dalam mengambil ikan, jangan sampai ada yang menggunakan bom ikan. “Loktuan dan Guntung jangan sampai ada yang ngebom ikan, karena akan rusak terumbu karang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bontang Basri Rase, memberikan apresiasi yang tinggi ke Pupuk Kaltim, atas kepeduliannya pada lingkungan. “Program PKT ini sejalan dan sehati dengan program pemerintah yakni green city, program PKT di bidang lingkungan merupakan upaya penyelamatan lingkungan laut. Untuk di pemerintah program green city diantaranya adalah bank sampah, penanaman pohon, dimana semua program pemerintah dituntut program pro rakyat,” ujar Basri.

Terpisah, Ardan, perwakilan dari kelompok Rawai Kerapu Sejahtera Bontang Kuala, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada PKT. “Kami ucapkan terima kasih yang tidak henti-hentinya kepada PKT, yang telah melakukan pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah pesisir Bontang dan selalu melibatkan kami, khususnya nelayan wilayah buffer zone seperti pembuatan dan penurunan terumbu buatan,” ujar Ardan. (adv/cil)


baca LAINNYA