Komisi IV DPRD Tinjau SMP Unggulan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     461 kali
img KOMISI IV DPRD Balikpapan saat meninjau SMP KPS di komplek Pertamina Balikpapan, Rabu (17/1) kemarin. Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mieke Henny.

BALIKPAPAN - Komisi IV DPRD kota Balikpapan melakukan pemantauan terhadap sekolah SMP swasta unggul di Balikpapan, terkait penerapan sekolah 5 hari atau dikenal full day school.

Tinjauan dilakukan kepada tiga sekolah yakni SMP Kristen GPIB Maranta di Jalan Yos Sudarso, SMP KPS Lapangan Merdeka dan SMP Adven yang berlokasi di Jalan Martadinata, Rabu (17/1) kemarin.

Tinjauan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Mieke Henny bersama anggotanya seperti Jhon Ismail, Mukhlis, Nurhadi Saputra, Herri Susanto, Aminuddin dan Suwarni, serta Ida Prahastuty.

Diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan pada awal tahun ini, menerapkan sekolah 5 hari kepada 47 sekolah, baik itu SMP negeri, maupun swasta.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mieke Henny mengatakan, perlu ada pengawasan terhadap sarana dan prasarana di sekolah, agar peserta anak didik bisa terjaga keamanan dan kenyamanannya.

“Di GPIB, kami menyarankan agar untuk kenyamanan sekolah sebaiknya menyiapkan fasilitas loker, untuk menyimpan makanan dan ruang ber-AC, agar anak-anak dalam melakukan kegiatan di sekolah, bisa lebih nyaman,” kata Mieke, kemarin.

Sementara, Kepala SMP Kristen BPIB Sri Retno Widayati mengatakan,  pihak sekolah akan sesegera mungkin melengkapi fasilitas yang di sarankan oleh DPRD, namun dipenuhi secara bertahap.

“Kami terimakasih sudah dikunjungi. Tentu saran dan masukan akan jadi pertimbangan kami dan bahan evaluasi kami. Kedepan, kami akan lakukan bertahap,” ujarnya.

Usai meninjau di GPIB, rombongan Komisi IV melakukan pantauan ke SMP KPS yang berada di areal lapangan Merdeka.

Anggota Komisi IV John Ismail mengatakan, pihaknya tidak meragukan lagi penerapan sekolah 5 hari di SMP KPS. Sebab, di sekolah itu memang, pola sekolah 5 hari, sudah berlangsung sejak lama.

Kunjungan ini menurutnya, agar SMP KPS dapat dijadikan pilot project, untuk pelaksanaan full Day school atau sekolah 5 hari, yang mulai dilaksanakan SMP negeri.

“Di KPS sudah berlangsung sejak tahun 2000, dan banyak prestasi tingkat kelulusan bagus. Juga hal-hal yang dikhawatirkan dengan diterapkan full day school seperti pendidikan agama terganggu tapi di sini terjawab. Seperti pendidikan agama, salat bersama, mengaji bersama juga bagus sekali,” ujarnya.

Namun untuk pendidikan yang bagus dan SDM yang berprestasi juga tidak boleh lepas dari kontribusi orang tua. “Di sini ada ruang khusus belajar agama, mengaji dan ada ada ruang makan khusus juga,” tambahnya.

Di SMP KPS mulai masuk sekolah 7.30 hingga 17.30 dengan libur Sabtu dan Minggu. Selain pendidikan formal, juga diajarkan pendidikan keagamaan seperti mengaji dan salat berjamaah, sesuai waktunya.

“Kalau belajar sampai jam 2 siang, sisanya pendalaman materi atau untuk ujian nasional dan kegiatan lainya,” manajer SMP KPS, Rawuh Rudiatmojo.

Diterangkan Rawuh, pihaknya tidak pernah menyebut sekolah full day sekolah. Hanya saja kegiatan sekolah memang padat. Meski demikian, diakui telah berjalan dengan baik bahkan telah terjadi sikap saling percaya antara orang tua dan guru. (din/adv)


baca LAINNYA