Share?

img

Tidak Ada Anggaran, Disperindagkop Nyerah


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim Posted: 02 Jun 2017
img

Atap Bocor di Pasar Induk Tak Kunjung Diperbaiki

TANJUNG SELOR – Meski sudah berulang kali dikeluhkan, kebocoran atap di di Pasar Induk Tanjung Selor, hingga kini tak kunjung diperbaiki. Dikonfirmasi persoalan itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Bulungan Ajer Supriyono mengaku tidak bisa berbuat banyak. Tidak tersedianya anggaran, menjadi alasan utama.
Ajer mengatakan, pada 2017 ini sama sekali tidak ada alokasi anggaran di OPD (organisasi perangkat daerah)-nya untuk pemeliharan pasar. “Kita tidak ada anggaran untuk perbaikan tahun ini. Kemungkinan baru di tahun 2018 mendatang. Nanti kita prioritaskan,” kata Ajer. 
Hanya saja, lanjutnya, jika memang mendesak dan bisa tidak perlu dilelang, rencananya Disperindagkop akan mengusulkan di APBD Perubahan 2017 ini. “Tapi apakah akan disetujui atau tidak, tergantung keputusan dari Tim Anggaran Pemerintah daerah (TAPD). Kalau perbaikan kecil ya bisa saja. Kita hanya mengusulkan, yang memustuskan tetap TAPD,” ujarnya.
Seperti diketahui, banyaknya atap yang bocor membuat sejumlah pedagang yang menempati mengeluh. Pasalnya jika terjadi hujan deras pasar  terlihat becak dan juga kotor. Sehingga terlihat tidak sehat. Padahal para pedagang sendiri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menutup atap yang bocor sementara dengan terpal.
“Kita sudah perbaiki sementara pakai terpal. Tapi tidak bertahan lama. Kalau hujan, bocor lagi. Kami semua ini berharap bahwa ada perbaikan atap, supaya kalau kami berjualan tidak sibuk sana sini untuk mencari tempat berteduh lagi,” ucap Dirman, salah satu pedagang kepada Koran Kaltara.
Meski tidak semua atap yang ada di Pasar Induk bocor. Ada beberapa bagian lapak yang atapnya memang bocor, sehingga berpengaruh pada pengurangan jumlah pengjung yang datang. Sebab untuk melewati lapak tersebut jalan yang ada becek dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. “Kalau hujan sudah pasti becek, apalagi sini banyak drainase yang tidak berfungsi. Itu juga berpengaruh karen tidak ada yang datang,” tegasnya
Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah daerah, agar hal ini bisa menjadi perhatian di tahun depan. Karena keberadaan pasar yang representative bisa mendorong meningkatakan sumber ekonomi masyarakat. Hal tersebut juga berpengatuh dengan peningkatan jumlah pelanggan yang datang. “Kalau pasanya becek dan kotor, orang jadi enggan pergi ke pasar. Pedagang pun rugi,” imbuhnya. (ike815) 

berita POPULER


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat