Minggu, 08/10/2017

Tingkatkan Pariwisata Tanpa Penularan HIV dan Aids

Minggu, 08/10/2017

Muspandi

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tingkatkan Pariwisata Tanpa Penularan HIV dan Aids

Minggu, 08/10/2017

logo

Muspandi

SAMARINDA-Berupaya meningkatkan pariwisata guna mendongkrak perekonomian rupanya memiliki potensi penularan HIV dan Aids jika tidak mendapatkan perhatian serius pemerintah pada aspek pencegahan penularan, hal ini disampaikan Anggota DPRD Kaltim Muspandi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, upaya menekan angka penularan HIV dan Aids pada sektor pariwisata membutuhkan komitmen bersama yang kuat antara masyarakat, pemerintah maupun pengusaha. Ketiganya dibutuhkan kerjasama yang baik karena memegang peranan penting dalam kegiatan pariwisata khususnya di Kalimantan Timur.

“Sebagai daerah yang sedang melakukan upaya pengembangan sektor pariwisata dan menarik minat wisatawan baik domestik maupun dari luar negeri, ada tantangan tersendiri. Peningkatan pariwisata dikhawatirkan menambahkan angka penularan HIV dan Aids yang masuk,” Kata Muspandi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim ini khawatir, bila tidak dilakukan pencegahan serius, dua atau tiga tahun kedepan, kasus penularan HIV dan Aids ini bisa bisa semakin bertambah. “HIV dan Aids bukan perkara kecil, bahkan kita perlu menyatakan perang terhadap bahaya HIV dan Aids yang mengancam generasi muda hingga ibu rumah tangga,” ungkapnya. “Oleh karena itu diperlukan upaya berkelanjutan seperti penyuluhan sadar wisata yang akan dilakukan pada seluruh kabupaten/kota di Kaltim,” sambung dia.

Muspadi berharap pemerintah terus melaksanakan penyuluhan terkait pencegahan penyebaran HIV dan Aids diberbagai daerah terutama yang sedang giat membangun pariwisata seperti Berau, Kutai Timur dan Balikpapan. Selain itu Paser, Penajam Pasir Utara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Bontang dan Samarinda.

Ia menambahkan, bagi daerah yang mengembangkan pariwisata, jelas masalah ini bukan sekedar masalah kesehatan semata. Namun juga masalah aspek kebudayaan, sosial, prilaku, agama dan beberapa aspek kehidupan lainnya. (adv/hms5)

Tingkatkan Pariwisata Tanpa Penularan HIV dan Aids

Minggu, 08/10/2017

Muspandi

Berita Terkait


Tingkatkan Pariwisata Tanpa Penularan HIV dan Aids

Muspandi

SAMARINDA-Berupaya meningkatkan pariwisata guna mendongkrak perekonomian rupanya memiliki potensi penularan HIV dan Aids jika tidak mendapatkan perhatian serius pemerintah pada aspek pencegahan penularan, hal ini disampaikan Anggota DPRD Kaltim Muspandi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, upaya menekan angka penularan HIV dan Aids pada sektor pariwisata membutuhkan komitmen bersama yang kuat antara masyarakat, pemerintah maupun pengusaha. Ketiganya dibutuhkan kerjasama yang baik karena memegang peranan penting dalam kegiatan pariwisata khususnya di Kalimantan Timur.

“Sebagai daerah yang sedang melakukan upaya pengembangan sektor pariwisata dan menarik minat wisatawan baik domestik maupun dari luar negeri, ada tantangan tersendiri. Peningkatan pariwisata dikhawatirkan menambahkan angka penularan HIV dan Aids yang masuk,” Kata Muspandi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim ini khawatir, bila tidak dilakukan pencegahan serius, dua atau tiga tahun kedepan, kasus penularan HIV dan Aids ini bisa bisa semakin bertambah. “HIV dan Aids bukan perkara kecil, bahkan kita perlu menyatakan perang terhadap bahaya HIV dan Aids yang mengancam generasi muda hingga ibu rumah tangga,” ungkapnya. “Oleh karena itu diperlukan upaya berkelanjutan seperti penyuluhan sadar wisata yang akan dilakukan pada seluruh kabupaten/kota di Kaltim,” sambung dia.

Muspadi berharap pemerintah terus melaksanakan penyuluhan terkait pencegahan penyebaran HIV dan Aids diberbagai daerah terutama yang sedang giat membangun pariwisata seperti Berau, Kutai Timur dan Balikpapan. Selain itu Paser, Penajam Pasir Utara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Bontang dan Samarinda.

Ia menambahkan, bagi daerah yang mengembangkan pariwisata, jelas masalah ini bukan sekedar masalah kesehatan semata. Namun juga masalah aspek kebudayaan, sosial, prilaku, agama dan beberapa aspek kehidupan lainnya. (adv/hms5)

 

Berita Terkait

Gelar Operasi Jagratara di Dua Perusahaan di Kaltim, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Tidak Temukan Pelanggaran TKA

Terkendala Selama 3 Tahun, Kelurahan Mangkurawang Prioritaskan Pembangunan Kantor Tahun Ini

Sekda Berharap Zona Nilai Tanah Segera Disosialisasikan

Kukar Raih Penghargaan dari Kemendikbud Ristek RI

Kembali Raih Opini WTP, Bupati Apresiasi Kinerja Semua Perangkat Daerah

Pertahankan Gelar, Kelurahan Timbau Kembali Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kecamatan Tenggarong

Vakum Selama Ramadan, Pj Bupati PPU Kembali Pimpin CFD dan Beli Jajanan UMKM

Minat Baca Menulai Menurun, Ichsan Rapi Dorong Dispusip Gelar Kegiatan Ruang Baca Terbuka

DPRD Berau Minta Pembangunan Jembatan Kelay III Jadi Prioritas

Rifai Minta Pemda Buat Program Prioritas Tekan Angka Pengangguran

Rendi Solihin Singgung Soal Penyerahan Bantuan Saat Dialog dengan Pelaku UMKM di Sanga-Sanga

Polnes Bahas Masa Depan Dunia Kerja, Bersama Pelaku Usaha dan Industri Persiapkan Tenaga Kerja Unggul

Kantor Imigrasi Tanjung Redeb Gelar Operasi Jagratara, Pengawasan Orang Asing Serentak di Seluruh Indonesia

Operasi JAGRATARA, Tingkatkan Pengawasan Orang Asing di Balikpapan

Bupati Kukar: Jika Ada Persoalan Antara Buruh dan Pengusaha, Segera Tempuh Musyawarah Mufakat

Bangun Ekosistem Pertanian Mandiri, Pupuk Kaltim Targetkan Tambahan 75.000 Hektar Lahan dan 23.000 Petani Bergabung di Program MAKMUR

Tenggarong Seberang Siap Tuan Rumah HKG PKK ke-52, Ribuan Pelaku UMKM Siap Ikut Sukseskan

Peringati May Day, BPJS Ketenagakerjaan Bontang Serahkan Santunan kepada Ahli Waris

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.