2018, PDAM Janji Maksimalkan Pelayanan Air Bersih


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     4 bulan yang lalu     253 kali

SENDAWAR–Hingga saat ini, PDAM Kutai Barat (Kubar), masih terus menunggu penambahan daya listrik dari PT PLN (Persero) Ranting Melak.  Sudah bertahun-tahun, sesuai janji PLN, akan dilakukan penyambungan daya listrik untuk PDAM Kubar itu juga belum terealisasi. PLN teus beralasan daya listrik PLN Melak saat ini

masih kurang.

“Kendala utama, PDAM Kubar kekurangan pasokan daya listrik dari PLN. Sudah dilakukan koordinasi beberapa waktu lalu dengan PLN, tapi sampai sekarang belum direalisasikan penambahan daya ke mesin pompa PDAM,” kata Direktur Utama PDAM Kubar, Efraim Andorion Sunan kepada Koran Kaltim, Selasa (19/12).

Dikatakan Efraim, PDAM Induk Kubar sangat memerlukan daya listrik. Yaitu untuk mendorong distribusi air ke beberapa kecamatan dalam Kota Sendawar,  terutama ke PDAM Unit Barong Tongkok, Melak,  dan Sekolaq Darat. Menurutnya, ada beberapa bak tampung di Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA). “Yakni  Samarinda Dua, Melak, dan yang belum difungsikan bak tampung induk di Gunung Punai, Kecamatan Barong Tongkok. Berharap pada 2018

bak induk Gunung Punai akan beroperasi, mampu untuk distribusi ke Kecamatan Linggang Bigung,” tegasanya.

Terkait dengan sering terjadi pemadaman atau distribusi air PDAM selama ini dibeberap daerah tidak lancar, Efraim mengharapkan pengertian pelanggan, karena PDAM Kubar masih kekurangan daya listrik. “Pelanggan PDAM dalam Kota Sendawar cukup banyak, sementara debit air bersih kurang. Kita terpaksa melakukan pemadaman air bergilir, agar semua wilayah bisa terpenuhi,” ujarnya.

Manager PT PLN (Persero) Rayon Melak, Agus Sholeh mengakui bahwa pemesanan daya listrik  yang masuk dalam daftar tunggu sebesar 2 Mega Watt (MW) oleh PDAM Kubar, optimis akan terealisasi pada 2018 mendatang. “Optimis bisa tersambung pada 2018 mendatang. Dengan penambahan daya 17 MW PLN Melak saat ini, maka beberapa daftar tunggu dengan daya listrik besar akan segera terwujud,” katanya.

Agus Sholeh juga mengungkapkan, saat ini beberapa mesin pembangkit daya baru milik PLN sedang dalam pengiriman dari Surabaya, Jawa Timur ke Blikpapan menggunakan kapal laut. Dia mengakui  pemasangan mesin di pondasi akan selesai  pada awal tahun depan. “Sekarang sedang dikebut pengerjaannya dilapangan. Selain 22 unit mesin baru itu, nantinya juga PLN Melak masih tetap mengoperasikan

mesin sewa yang ada. Diharapkanb surplus daya listrik 2018 bisa dialirkan ke beberapa kccamatan yang belum terkoneksi listrik PLN,” tukasnya. (imr) 


berita TERKAIT


baca LAINNYA