Share?

PLN Pastikan Listrik Sudah Dinikmati Warga Desa Terpencil di Kukar


korankaltim
korankaltim
    2018-04-26 12:00:55.000000
img

PLN saat mengunjugi beberapa desa di Kukar dan memastikan warga sudah dapat menikmati aliran listrik.

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Machnizon, berkesempatan untuk berkunjung ke Desa Beringin Agung dan Desa Bukit Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (26/04). Dalam kunjungannya, Machnizon memastikan bahwa warga desa disana sudah menikmati listrik PLN.

Desa Beringin Agung dan Bukit Merdeka merupakan salah satu proyek listrik pedesaan yang telah dirampungkan oleh PLN pada Desember 2017 lalu. Dengan masuknya listrik ke desa ini selama 24 jam penuh, maka dipastikan kualitas kehidupan masyarakat disana semakin meningkat.

“Proyek ini kami mulai pada bulan Oktober 2017 dan selesai pada 26 Desember 2017. Persemiannya saat itu bersamaan dengan peresmian 20 titik listrik pedesaan lainnya di Kalimantan Timur”, terang Machnizon.

Listrik pedesaan Desa Beringin Agung dan Bukit Merdeka dibangun melalui jaringan tegangan menengah (JTM) 4.67 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) 5.35 kms, dengan dengan daya total sebesar 200 kVA. Saat ini, terdata 186 pelanggan di kedua desa tersebut dan masih terdapat potensi penambahan pelanggan lainnya.

“Total nilai investasi PLN atas proyek ini adalah senilai 3,1 milyar rupiah“, ungkapnya.

Suplai listrik untuk kedua desa ini disuplai sepenuhnya oleh Sistem Kelistrikan Mahakam, yakni sistem kelistrikan yang menyuplai listrik untuk Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Bontang. Pada April 2018, daya mampu Sistem Mahakam tercatat 484 MW dengan beban puncak berkisar 370 MW. Angka daya mampu tersebut belum termasuk dengan pembangkit-pembangkit yang saat ini sedang dalam fase pemeliharaan agar operasinya andal menjelang Ramadhan dan Idul Fitri nanti.

Sebelum listrik PLN masuk ke desa ini, warga mendapatkan listrik dari bantuan perusahaan tambang yang beroperasi disekitar tempat tinggal mereka. Atas bantuan suplai listrik tersebut, warga harus membayar iuran sebesar  100.000 hingga 250.000 rupiah setiap bulannya, untuk dapat menikmati listrik yang hanya menyala paling lama 4 jam. Namun demikian, listrik tersebut juga tidak jarang padam sehingga warga juga tidak sepenuhnya menikmati listrik.

Suryanto selaku warga desa mengatakan bahwa pihaknya berterimakasih atas masuknya listrik PLN ke kawasan tempat tinggalnya.

“Sekarang kami bisa menikmati listrik selama 24 jam penuh dan tentunya biaya bulanan yang kita keluarkan menjadi jauh lebih hemat daripada sebelumnya saat menggunakan genset pribadi. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman karena lampu terus menyala. Untuk itu kami sangat berterima kasih pada PLN”, katanya.

Terkait proyek listrik pedesaan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Machnizon mengatakan bahwa saat ini 100% desa sudah berlistrik, dengan total desa sejumlah 1520. Tersebar sejumlah 1038 desa di Kaltim dan 482 desa di Kaltara.

“Hal ini sesuai dengan timeline dan target kami bahwa di tahun 2018 seluruh desa di Kaltim dan Kaltara sudah 100% berlistrik. 100% artinya saat ini sudah tidak ada desa di Kaltim dan Kaltara yang sama sekali belum berlistrik. Saat ini memang masih terdapat proyek listrik pedesaan PLN yang masih on progress pembangunannya untuk perluasan jaringan pada titiik-titik yang belum berlistrik. Namun demikian, kami pastikan pekerjaan ini akan selesai di tahun 2018”, jelas Machnizon. (advertorial)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat