Share?

Unggah Air Ledeng Keruh di Medsos, Status Warga ini Viral


korankaltim
korankaltim
    2018-02-13 07:31:26.000000
img

Ketua Komisi 2 dan anggota Komisi 2 saat meninjau langsung kondisi air PDAM di warga.(Foto: olis/korankaltim)

BONTANG – Karena air ledeng dirumahnya keruh hingga berwarna kecoklatan, Jumat (8/2) pekan lalu, salah satu warga bernama Yuda, yang beralamatkan di Jalan Pinisi 3, RT 44 No 66A, Kelurahan Loktuan, mengunggah foto kondisi air keruh berikut status yang berisi kekecewaannya, yang ditujukan ke PDAM Tirta Taman Bontang. Ya, unggahan tersebut cukup membuat heboh karena sempat viral.

Akhirnya Senin (12/2) kemarin ,Ketua Komisi 2 DPRD Bontang, Ubaya Bengawan bersama anggotanya, Arif dan Suwardi, mendatangi kediaman Yuda untuk mengecek kebenaran status yang dibuatnya dengan menggunakan nama akun Bintang tersebut. Mereka bertiga membawa perwakilan PDAM Tirta Taman Bontang.

Para anggota dewan dan PDAM Tirta Taman yang didampingi Lurah Loktuan Sofiansyah ini, juga langsung mengecek kondisi dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) sekaligus, yakni Loktuan dan Bhayangkra.

Saat dicek di kediaman Yuda, ternyata kondisi air sudah jernih, tidak berwarna kecoklatan. Yuda mengakui kalau dirinya sengaja mengunggah foto tersebut karena kesal setelah mendapati air ledengnya keruh saat mencuci pakai di mesin cuci.

“Saya buat surat terbuka, kebetulan temen-temen lainnya ada yang upload (unggah, Red.) air PDAM seperti es teh-es teh gitu. Jadi pas saya merasakan kondisi saat mau nyuci, langsung saya foto, ternyata viral. Sebenarnya saya menunggu sampai dua hari, jika ada tanggapan maka akan saya hapus postingan ini, tapi jika tidak ada respon, akan saya teruskan,” ujar Yuda, alis Bintang.

Sesuai janjinya, Yuda pun menghapus foto tersebut pada Sabtu pukul 00.00 WITA, karena PDAM sudah mengkonfirmasi jika saat itu memang sedang dalam tahap shut down atau sedang melakukan perawatan.

Namun anehnya Yuda malah mengaku kalau air ledeng yang mengalir dirumahnya sudah keruh sejak satu bulan terakhir ini. Dan baru hari Senin itu baru normal kembali alias jernih. Tepat, saat anggota dewan dan perwakilan PDAM meninjau kerumah Yuda.

“Jernih sudah airnya ya,” ujar Ubaya Bengawan, saat sidak sampai masuk ke dalam kamar mandi rumah Yuda dan membuka kran air. Pada kesempatan itu, Ubaya meminta PDAM harus terbuka. “ini semua perlu disampaikan ke masyarakat, atau masyarakatnya yang kurang rajin menguras tandon atau kamar mandi. Saya cuma minta semua terbuka sehingga kami sebagai anggota dewan, tidak jadi bulan-bulanan warga,” ujar Ubaya.

Ubaya juga mengimbau PDAM memberikan sosialisasi apabila sedang melakukan pengerjaan shut down. Atau perbaikan lainnya, yang bisa mempengaruhi kualitas air.

“Seharusnya PDAM terus tingkatkan kualitas, karena kondisi tarif air pun sudah naik, sehingga kualitas pun harusnya juga makin baik,” kata Ubaya.

Kepala Cabang IPA Loktuan, Fahrul Lazi membenarkan kondisi keruhnya air PDAM baru-baru ini lantaran ada perbaikan. “Masalah ini tidak continue jika air kotor, sesaat saja, hanya endapan saja itu yang bermasalah,” jelasnya.

PDAM sendiri telah lama membuat pengumuman di loket-loket pembayaran jika ada keluahan warga bisa langsung melapor. 

“Kami juga sudah membuat pengumuman di loket PDAM, kami terbuka silahkan langsung melaporkan apakah itu masalah distribusi air, keluhan air, silahkan pelanggan lapor, kami akan cepat tangani. Hanya saja, itu jika pelanggan lapor, kalau tidak melapor kami tidak tahu. Yang jelas tugas kami kan melayani pelanggan,” pungkasnya. (cil)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat