Selasa, 30/01/2018

Bangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

Selasa, 30/01/2018

PENUHI GIZI: Suasana peringatan ke-58 HGN 2018 Dinas Kesehatan Kaltim di Kecamatan Samarinda Seberang (Foto: Istimewa)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

Selasa, 30/01/2018

logo

PENUHI GIZI: Suasana peringatan ke-58 HGN 2018 Dinas Kesehatan Kaltim di Kecamatan Samarinda Seberang (Foto: Istimewa)

SAMARINDA - Dinas Kesehatan Kaltim menggelar peringatan ke-58 Hari Gizi Nasional (HGN). “Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi”, menjadi fokus tema HGN pada 25 Januari 2018 lalu. 

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Rini Retno Sukesi mengatakan, salah satu indikator gizi buruk masyarakat dapat dilihat dari tingginya angka kekurangan gizi anak-anak. Berdasarkan ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat tiga kategori indeks gizi dengan angka masih di bawah ambang batas.

“Dampak buruk kekurangan gizi tidak hanya terjadi pada bentuk tubuh yang pendek maupun kurus. Namun juga pada tingkat kecerdasan otak yang akan berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu upaya percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) perlu dilakukan bersama,” ungkapnya. 

Rini menjelaskan, kasus anak dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya (stunting) masih sangat tinggi. Inilah menjadi perhatian utama peringatan HGN 2018. Dengan sub tema Mewujudkan Kemandirian Keluarga dalam 1.000 HPK untuk pencegahan stunting.

Faktor utama penyebab stunting yakni buruknya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin hingga anak berusia dua tahun. Selain itu terdapat beberapa penyebab lain seperti lingkungan yang kotor atau seringnya ibu hamil mengkonsumsi alkohol.

“Langkah pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya sinergitas antara pemerintah hingga partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Terakhir Rini menyampaikan, ada 3 langkah sederhana untuk mencegah stunting pada anak di antaranya, memberikan asupan nutrisi yang baik pada ibu hamil dan menyusui. Memberikan asupan gizi yang baik pada anak serta ASI ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan. Pola hidup sehat dan bersih seperti tidak mengkonsumsi alkohol, membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menjaga lingkungan dan sanitasi yang bersih.  (adv)

Bangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

Selasa, 30/01/2018

PENUHI GIZI: Suasana peringatan ke-58 HGN 2018 Dinas Kesehatan Kaltim di Kecamatan Samarinda Seberang (Foto: Istimewa)

Berita Terkait


Bangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi

PENUHI GIZI: Suasana peringatan ke-58 HGN 2018 Dinas Kesehatan Kaltim di Kecamatan Samarinda Seberang (Foto: Istimewa)

SAMARINDA - Dinas Kesehatan Kaltim menggelar peringatan ke-58 Hari Gizi Nasional (HGN). “Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi”, menjadi fokus tema HGN pada 25 Januari 2018 lalu. 

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Rini Retno Sukesi mengatakan, salah satu indikator gizi buruk masyarakat dapat dilihat dari tingginya angka kekurangan gizi anak-anak. Berdasarkan ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO), terdapat tiga kategori indeks gizi dengan angka masih di bawah ambang batas.

“Dampak buruk kekurangan gizi tidak hanya terjadi pada bentuk tubuh yang pendek maupun kurus. Namun juga pada tingkat kecerdasan otak yang akan berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu upaya percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) perlu dilakukan bersama,” ungkapnya. 

Rini menjelaskan, kasus anak dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya (stunting) masih sangat tinggi. Inilah menjadi perhatian utama peringatan HGN 2018. Dengan sub tema Mewujudkan Kemandirian Keluarga dalam 1.000 HPK untuk pencegahan stunting.

Faktor utama penyebab stunting yakni buruknya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin hingga anak berusia dua tahun. Selain itu terdapat beberapa penyebab lain seperti lingkungan yang kotor atau seringnya ibu hamil mengkonsumsi alkohol.

“Langkah pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya sinergitas antara pemerintah hingga partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Terakhir Rini menyampaikan, ada 3 langkah sederhana untuk mencegah stunting pada anak di antaranya, memberikan asupan nutrisi yang baik pada ibu hamil dan menyusui. Memberikan asupan gizi yang baik pada anak serta ASI ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan. Pola hidup sehat dan bersih seperti tidak mengkonsumsi alkohol, membiasakan cuci tangan pakai sabun serta menjaga lingkungan dan sanitasi yang bersih.  (adv)

 

Berita Terkait

Gelar Operasi Jagratara di Dua Perusahaan di Kaltim, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Tidak Temukan Pelanggaran TKA

Terkendala Selama 3 Tahun, Kelurahan Mangkurawang Prioritaskan Pembangunan Kantor Tahun Ini

Sekda Berharap Zona Nilai Tanah Segera Disosialisasikan

Kukar Raih Penghargaan dari Kemendikbud Ristek RI

Kembali Raih Opini WTP, Bupati Apresiasi Kinerja Semua Perangkat Daerah

Pertahankan Gelar, Kelurahan Timbau Kembali Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kecamatan Tenggarong

Vakum Selama Ramadan, Pj Bupati PPU Kembali Pimpin CFD dan Beli Jajanan UMKM

Minat Baca Menulai Menurun, Ichsan Rapi Dorong Dispusip Gelar Kegiatan Ruang Baca Terbuka

DPRD Berau Minta Pembangunan Jembatan Kelay III Jadi Prioritas

Rifai Minta Pemda Buat Program Prioritas Tekan Angka Pengangguran

Rendi Solihin Singgung Soal Penyerahan Bantuan Saat Dialog dengan Pelaku UMKM di Sanga-Sanga

Polnes Bahas Masa Depan Dunia Kerja, Bersama Pelaku Usaha dan Industri Persiapkan Tenaga Kerja Unggul

Kantor Imigrasi Tanjung Redeb Gelar Operasi Jagratara, Pengawasan Orang Asing Serentak di Seluruh Indonesia

Operasi JAGRATARA, Tingkatkan Pengawasan Orang Asing di Balikpapan

Bupati Kukar: Jika Ada Persoalan Antara Buruh dan Pengusaha, Segera Tempuh Musyawarah Mufakat

Bangun Ekosistem Pertanian Mandiri, Pupuk Kaltim Targetkan Tambahan 75.000 Hektar Lahan dan 23.000 Petani Bergabung di Program MAKMUR

Tenggarong Seberang Siap Tuan Rumah HKG PKK ke-52, Ribuan Pelaku UMKM Siap Ikut Sukseskan

Peringati May Day, BPJS Ketenagakerjaan Bontang Serahkan Santunan kepada Ahli Waris

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.