Share?

Kasus Penyerangan Gereja di Sleman Disebut Tamparan Besar


korankaltim
korankaltim
    2018-02-12 08:09:31.000000
img

Foto: net

JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin menanggapi penyerangan Gereja Santa Lidwina Sleman oleh orang tidak dikenal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad (11/2). Menurut Din, penyerangan terhadap jemaat rumah ibadah tersebut merupakan tamparan besar.

Apalagi, menurut dia, tokoh-tokoh pemuka agama baru saja menyelenggarakan musyarawah besar (Mubes) untuk kerukunan bangsa di Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 8-10 Februari 2018. “Bagi saya dan bagi kami yang baru saja selesai dalam musyawarah antarumat beragama untuk kerukunan bangsa ini sungguh merupakan suatu tamparan besar,” ujar Din usai acara puncak perayaan agenda PBB World Interfaith Harmony Week di Jakarta Convention Hall (JCC), Jakarta, Ahad (11/2).

Din pun menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban, baik pemimpin jemaat maupun sebagian jemaat dari gereja tersebut. “Kita baru berbicara kerukunan tapi di akhir-akhir ini, di hari ini terjadi tindak kekerasan yang katanya orang gila pakai samurai masuk ke gereja di tengah umat yang sedang menunaikan peribadatannya misa atau kebaktian,” ucap mantan Ketum MUI ini.

Din pun merasa heran dengan adanya kasus penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama akhir-akhir ini. Karena, menurut dia, belum lama ini penyerangan tersebut juga terjadi pada tokoh Islam di Bandung, Jaww Barat.

“Nah saya hanya ingin memesankan, peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang-sekarang ini termasuk di Bandung, Jawa Barat, dua tokoh agama Islam seorang kiai dan seorang aktifis ormas Islam bahkan menjadi korban katanya dilakukan oleh orang gila,” kata Din.

Seperti diketahui, sebelumnya serangan orang tidak dikenal terjadi di Gereja Santa Lidwina Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad (11/2). Empat orang jemaat dan satu petugas kepolisian menjadi korban atas tindakan pelaku yang membawa pedang tersebut. Sampai saat ini, pihak kepolisian belum mengetahui motif penyerangan gereja tersebut.(rol)

berita TERKAIT


baca LAINNYA

Korankaltim.com - Cerdas Bersama Rakyat