Senin, 21/10/2019

Ini Empat Program yang Dititipkan Muhadjir untuk Mendikbud Selanjutnya

Senin, 21/10/2019

Muhadjir (foto: Wikipedia)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ini Empat Program yang Dititipkan Muhadjir untuk Mendikbud Selanjutnya

Senin, 21/10/2019

logo

Muhadjir (foto: Wikipedia)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH ma'ruf Amin telah dilantik. Tentu akan ada perubahan komposisi kabinet dengan menteri baru.

Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menitipkan empat program pada menteri periode berikutnya yang menggantikan dirinya. 

Empat program tersebut, yakni program penguatan pendidikan karakter di sekolah, percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP), melanjutkan revitalisasi sekolah, dan memperluas zonasi sekolah.


Mendikbud dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (19/10), mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar sejak 2014 sebanyak Rp45,2 triliun. Sebelum 2014, terdapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang hanya diberikan kepada tujuh juta siswa.


Sedangkan siswa yang menerima KIP sebanyak 18,9 juta setiap tahunnya. Siswa tersebut yang berasal dari keluarga tidak mampu.


Kemudian untuk program penguatan pendidikan karakter yang dicetuskan pada pertengahan 2016, terdapat lima nilai yakni religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.


Kemendikbud melakukan kerja sama SMK dengan dunia industri sebagai bagian dari revitalisasi SMK. Juga dilakukan penyesuaian kurikulum SMK dengan industri, dengan harapan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sebanyak 2.660 guru SMK juga telah dilatih untuk meningkatkan kompetensi dibidang vokasi.


Untuk zonasi, Kemendikbud membuat sebanyak 2.580 zona pendidikan, yang bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan pendidikan, mulai peningkatan kualitas pendidikan, kualitas guru hingga pemerataan distribusi guru berbasiskan zonasi.


"Saya berharap program-program itu terus dilanjutkan pada periode berikutnya," harap Mendikbud, dilansir dari republika.co.id. (*)

Ini Empat Program yang Dititipkan Muhadjir untuk Mendikbud Selanjutnya

Senin, 21/10/2019

Muhadjir (foto: Wikipedia)

Berita Terkait


Ini Empat Program yang Dititipkan Muhadjir untuk Mendikbud Selanjutnya

Muhadjir (foto: Wikipedia)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH ma'ruf Amin telah dilantik. Tentu akan ada perubahan komposisi kabinet dengan menteri baru.

Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menitipkan empat program pada menteri periode berikutnya yang menggantikan dirinya. 

Empat program tersebut, yakni program penguatan pendidikan karakter di sekolah, percepatan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP), melanjutkan revitalisasi sekolah, dan memperluas zonasi sekolah.


Mendikbud dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (19/10), mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar sejak 2014 sebanyak Rp45,2 triliun. Sebelum 2014, terdapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang hanya diberikan kepada tujuh juta siswa.


Sedangkan siswa yang menerima KIP sebanyak 18,9 juta setiap tahunnya. Siswa tersebut yang berasal dari keluarga tidak mampu.


Kemudian untuk program penguatan pendidikan karakter yang dicetuskan pada pertengahan 2016, terdapat lima nilai yakni religiusitas, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.


Kemendikbud melakukan kerja sama SMK dengan dunia industri sebagai bagian dari revitalisasi SMK. Juga dilakukan penyesuaian kurikulum SMK dengan industri, dengan harapan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Sebanyak 2.660 guru SMK juga telah dilatih untuk meningkatkan kompetensi dibidang vokasi.


Untuk zonasi, Kemendikbud membuat sebanyak 2.580 zona pendidikan, yang bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan pendidikan, mulai peningkatan kualitas pendidikan, kualitas guru hingga pemerataan distribusi guru berbasiskan zonasi.


"Saya berharap program-program itu terus dilanjutkan pada periode berikutnya," harap Mendikbud, dilansir dari republika.co.id. (*)

 

Berita Terkait

ASN yang Bekerja di IKN Bakal Diseleksi Ketat

Guru Agama Dipastikan Dapat THR, Kemenag Sudah Distribusikan Anggaran ke Satker

Tradisi Muslim Cham yang Tak Puasa Ramadan dan Salat Lima Waktu Ternyata karena Ini

Tiap Jumat, Murid SD di PPU Ikuti FEF untuk Budayakan Bahasa Inggris dan Tingkatkan SDM Menyambut IKN

Andi Setiadi, Wartawan Setia Kejujuran Berpulang

Warga Desa Binuang Sempat Dengar Suara Dentuman di Hutan Rimba Gunung Batuarit Sebelum Pesawat Hilang

Penerapan KRIS Gantikan Sistem Kelas BPJS Kesehatan Tinggal Tunggu Waktu, Menkes: Kami Harapkan Bulan Ini

BPJS Kesehatan Syarat SKCK Sudah Berlaku di Enam Polda, Termasuk di Kaltim?

Tunjangan Beras PNS Ternyata Segini Besarannya per Bulan

Bakal Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi ke Kaltim Besok Resmikan Proyek di Samarinda dan Bontang juga Datangi IKN

Presiden Jokowi Hari Kamis Lusa ke Samarinda dan Bontang, Resmikan Terminal dan Pabrik Bahan Peledak

Malam Ini Nisfu Sya’ban, Ini Amalan-Amalan yang Umat Muslim Sebaiknya Lakukan

Terbanyak Berasal dari Sulawesi Selatan, Malaysia Deportasi 292 PMI Lewat Pelabuhan Tunon Taka Nunukan

SMSI Apresiasi Komitmen Jajarannya Jaga Independensi dan Kedamaian Pemilu 2024

Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik pada Juli 2025, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

Tahun 2024, Kemarau di Indonesia Tak Sekering 2023, Masyarakat Diminta Waspada Waspada Karhutla

Tahun Ini, BPDAS-MB Sudah Distribusikan Lima Juta Bibit Pohon, Terbanyak di IKN

Abu Vulkanik Tebal Keluar dari Gunung Dukono di Pulau Halmahera Pagi Ini

Copyright © 2024 - Korankaltim.com

Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.